Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 April 2025 | 14.41 WIB

Weton Senin Legi Ketemu Minggu Legi, Menurut Primbon Kurang Cocok? Begini Penjelasannya

Weton Senin Legi Ketemu Minggu Legi, Menurut Primbon Kurang Cocok? Begini Penjelasannya (Freepik) - Image

Weton Senin Legi Ketemu Minggu Legi, Menurut Primbon Kurang Cocok? Begini Penjelasannya (Freepik)

JawaPos.com - Setiap hubungan pasti punya lika-liku, tapi tahukah kamu bahwa menurut primbon Jawa, ada beberapa kombinasi weton yang dianggap sangat berat untuk dijalani bersama? Salah satunya adalah ketika Senin Legi bertemu dengan Minggu Legi.

Kalau kamu atau pasanganmu termasuk dalam kombinasi ini, mungkin kamu perlu menyimak hitungan berikut ini bukan untuk ditakuti, tapi agar kamu lebih bijak dalam menyikapi hubungan yang sedang dijalani.

Primbon Jawa bukan semata-mata ramalan, melainkan hasil dari ilmu titen, ilmu mengamati pola kehidupan dari generasi ke generasi. Jadi, ketika primbon menyebut ada kombinasi jodoh yang berat, itu artinya leluhur kita sudah sering melihat contoh-contohnya dalam kehidupan nyata.

Yuk, kita bahas lebih dalam kenapa Senin Legi dan Minggu Legi disebut sebagai pasangan yang penuh ujian.

Menurut penjelasan tentang hitungan jodob bagi weton Senin Legi pada salah satu video di Kanal Youtube Sabdaning Ratu, Senin Legi memiliki neptu 9, dan Minggu Legi memiliki neptu 10, sehingga jika dijumlahkan menjadi 19. Dalam pembagian hitungan primbon, angka 19 masuk ke kategori gajah plelasungan, yang berarti rumah tangganya selamat, tapi akan dihadapkan pada ujian berat, terutama dalam hal keturunan.

Primbon menyebutkan bahwa pasangan ini rawan kehilangan anak atau kesulitan memiliki keturunan yang langgeng. Tentu saja ini hanya ramalan, dan yang menentukan segalanya tetap Tuhan Yang Maha Kuasa.

Belum selesai sampai di situ, masing-masing weton juga punya garis nasib yang tidak ringan. Senin Legi dikenal dengan tibo loro (cobaan berupa sakit), sementara Minggu Legi disebut dengan tibo gagal (berpotensi mengalami kegagalan dalam rumah tangga). Kalau dipikir-pikir, ini seperti dua beban besar yang dipikul bersamaan. Namun, bukan berarti tidak ada harapan.

Hitungan petung sandang pangan pun menunjukkan ketimpangan. Senin Legi tergolong boros dan suka membelanjakan uang, sementara Minggu Legi justru ahli mencari rezeki. Masalahnya, ketika satu pihak boros dan satu lagi kerja keras, sering kali menimbulkan konflik karena merasa tidak seimbang dalam menjalani peran rumah tangga.

Meskipun dalam primbon Jawa kombinasi Senin Legi dan Minggu Legi dianggap berat, bukan berarti kamu harus menyerah dengan hubunganmu sekarang. Ilmu primbon hanyalah panduan, bukan vonis. Selama kamu dan pasangan saling memahami, terbuka, dan mau berusaha untuk menjaga hubungan, cobaan sebesar apa pun bisa dihadapi bersama.

Jika memang merasa hubungan ini berat, kamu bisa mencoba solusi yang diajarkan dalam budaya Jawa seperti ruwatan atau sedekah weton, sebagai upaya untuk mengurangi beban batin dan membuka jalan rezeki.

Ingat, tidak ada jodoh yang sempurna, tapi ada jodoh yang diperjuangkan. Maka dari itu, jangan buru-buru takut atau menyerah hanya karena hitungan angka. Jadikan primbon sebagai bahan introspeksi dan pembelajaran, bukan sebagai penentu takdir mutlak.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore