Ilustrasi Makanan Brunch. (Unsplash/Melissa Walker Horn)
JawaPos.com – Brunch adalah sebuah kata yang terdengar tak asing di telinga orang, apalagi bagi mereka pecinta kuliner. Namun tak banyak orang mengetahui apa arti dan awal mula terciptanya istilah brunch tersebut.
Dikutip dari Restaurant ALL Accor, beginilah sejarah terjadinya istilah kata brunch paling awal.
Brunch adalah gabungan dari sarapan (breakfast) dan makan siang (lunch), diciptakan oleh orang Inggris pada akhir tahun 1800-an dan kemudian dipopulerkan oleh orang Amerika. Tapi itu bukan sekadar makanan biasa.
Dengan meningkatnya akhir pekan, pekerja pabrik dan kantor bisa begadang pada hari Jumat dan Sabtu malam. Keesokan harinya, ketika mereka terbangun melewati jam sarapan tradisional, mereka mencari makanan yang lebih lezat yang tidak hanya memuaskan rasa lapar mereka, namun juga melanjutkan suasana perayaan.
Keindahan brunch adalah kualitas dan kuantitas pilihan yang lezat. Hidangannya berpusat pada sarapan lengkap ala Inggris atau Amerika, dengan daging seperti sosis, bacon, ham, dan salmon asap, serta makanan manis seperti pancake, wafel, roti bakar, dan kue kering.
Hidangan wajib untuk makan siang adalah hidangan telur, terutama Eggs Benedict: muffin Inggris panggang dengan irisan ham, telur rebus, dan saus hollandaise hangat di atasnya. Kentang goreng dan hidangan kentang goreng lainnya melengkapi hidangan ini dengan apik.
Bagi mereka yang mencari sentuhan lebih ringan, tersedia buah segar, yoghurt, dan granola. Aspek terpenting dari makan siang? Menawarkan berbagai macam manisan dan gurih yang rasanya nikmat jika digabungkan dan cukup banyak untuk dua kali makan.
Namun, mengingat meningkatnya minat terhadap brunch, restoran-restoran kini menciptakan lebih banyak hidangan original, sering kali dengan hidangan sehat untuk menarik perhatian mereka yang sadar akan kesehatan, atau mungkin kurang sehat bagi mereka yang membutuhkan brunch untuk mengatasi mabuk.
Brunch juga disesuaikan untuk kalangan yang berbeda, seperti vegetarian, vegan, atau penderita celiac.
Tentu saja kopi dan jus ada di mana-mana saat makan siang. Namun yang membedakan makanan ini dari sarapan biasa adalah minuman tradisionalnya. Mimosa, kombinasi sampanye dan jus jeruk, menambah kilau pada setiap makan siang.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
