
TELATEN : Mbah Tukiyah, tampak sedang melayani pembeli Jenang Upeh di Pasar Tradisional Ngino, Margoagung, Seyegan, Sleman. (Istimewa).
JawaPos.com – Riuh kehangatan Pasar Tradisional Ngino di Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, Sleman, seolah tak pernah memudar.
Berdiri di lahan seluas 3.890 meter persegi di tengah permukiman warga Padukuhan Ngino, pasar harian ini menyimpan pesona unik dengan dikelilingi akses jalan di setiap sisinya.
Keistimewaan Pasar Ngino tak lepas dari deretan kuliner langka nan legendaris yang memanjakan lidah. Salah satunya Jenang Upeh, kudapan langka berbahan adonan tepung beras, santan, dan garam bertekstur gurih-lembut yang dicetak menggunakan pelepah daun pinang (upeh).
Disajikan bersama irisan tempe atau tahu bacem, hidangan ini menjadi menu sarapan favorit pengunjung. Salah satu pelestarinya adalah Mbah Tukiyah, pedagang turun-temurun yang setia menjajakan Jenang Upeh sejak era 90-an. Ada juga Jenang Upehnya Yu Tini.
IDENTITAS KULINER SEYEGAN : Sajian Bebek Bacem khas Seyegan dengan bumbu rempah tradisional yang meresap sempurna siap memanjakan lidah pembeli di Pasar Ngino, Seyegan, Sleman. (Istimewa).
Tak kalah memikat, olahan Bebek Bacem khas Seyegan turut menjadi identitas kuliner pasar ini. Diolah dengan rempah bacem tradisional hingga meresap ke serat daging yang empuk, kelezatannya terus dipertahankan oleh Suratinah yang telah melayani pembeli sejak 2006. Selain itu, Kiryani juga menjajakan bebeknya di waktu yang agak siang.
Baca Juga:Jelajah Pasar Kebonagung Minggir: Gerbang Ekonomi Sleman Barat, Surga Kuliner Legendaris Perbatasan
"Kuliner tradisional seperti Jenang Upeh dan Bebek Bacem ini jadi daya tarik utama yang paling dicari pengunjung," ujar Ketua Paguyuban Pedagang "Bergas" Pasar Ngino, Antonius Supriyono Kamis (24/9/2026).
Saksi Bisu Kolonial yang Masih Bertahan
Selain kelezatan kulinernya, melangkah ke dalam Pasar Ngino layaknya menembus lorong waktu. Dipugar besar-besaran pada era Sultan Hamengkubuwono VIII sekitar tahun 1931, pasar ini ditopang oleh tiang-tiang besi kokoh rakitan perakitan logam Belanda, N.V. Machine Fabriek Braat Rotterdam. Ukiran nama pabrik yang masih tercetak jelas di tiang besi los menjadi bukti otentik arsitektur masa lalu.
Nilai historis tersebut mengantarkan Los Pasar Lama Ngino dilindungi UU No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Keberadaannya menjadikan pasar ini sebagai satu-satunya bangunan pasar berstatus Cagar Budaya (BCB) di Sleman yang masih lestari dan aktif difungsikan hingga kini.
Sisi historis ini menampung sekitar 541 pedagang aktif yang tersebar di 19 los, kios (bangau), hingga pelataran. Meski berada di titik strategis permukiman, pengelola pasar masih dihadapkan pada tantangan keterbatasan lahan parkir kendaraan bagi pengunjung.
MENEMBUS LORONG WAKTU : Suasana akivitas di Pasar Ngino, Seyegan, Sleman. Bangunan ini ditopang oleh tiang-tiang besi kokoh peninggalan era kolonial Belanda bertuliskan N.V. Machine Fabriek Braat Rotterdam. (Istimewa).
Meski demikian, denyut perdagangan tetap mencapai puncaknya pada hari pasaran Jawa, yakni Wage dan Legi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022