Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 September 2026 | 02.35 WIB

6 Tips Terbang ke Bali bersama Anak agar Perjalanan Lebih Tenang

Ilustrasi pergerakan sejumlah pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Ilustrasi pergerakan sejumlah pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

Berikut enam tips penting agar perjalanan bersama anak bisa lebih tenang. Pemesanan tiket ke bali dari Jakarta sebaiknya dilakukan setelah Anda memastikan kategori usia masing-masing anak, karena aturan yang sama juga berlaku untuk penerbangan rute pendek lain seperti tiket pesawat jogja bali.

1. Memastikan Kategori Usia dan Tarifnya
Maskapai membagi penumpang ke dalam tiga kategori usia dengan aturan tarif berbeda. Bayi berusia di bawah 2 tahun tidak mendapat kursi sendiri, tapi harus membayar tarif khusus. Sementara itu, anak berusia 2-12 tahun umumnya wajib memiliki tiket penuh dan duduk sendiri dan anak berusia di atas 12 tahun sudah masuk kategori dewasa.

2. Menyiapkan Dokumen Identitas Anak
Anak di bawah 17 tahun memang belum wajib punya KTP, tapi tetap harus menunjukkan dokumen identitas resmi saat check-in. Pilihannya antara lain Kartu Identitas Anak dari Dukcapil, akta kelahiran, kartu pelajar, atau Kartu Keluarga.

Dokumen asli wajib dibawa saat keberangkatan karena petugas akan memeriksa keasliannya. Jika dokumen tidak memuat nomor identitas, Anda bisa menggunakan tanggal lahir anak dengan format HHBBTTTT saat memesan tiket. Meski bayi duduk di pangkuan, mereka tetap memerlukan tiket atas nama sendiri yang tercantum di manifes penumpang.

3. Memeriksa Syarat Usia Minimum Bayi untuk Terbang
Setiap maskapai menetapkan batas usia minimum bayi yang boleh terbang, biasanya disertai persyaratan dokumen medis. Super Air Jet misalnya, tidak memperbolehkan bayi di bawah 2 hari terbang, bayi usia 3-7 hari perlu surat dokter, dan bayi di atas 7 hari sampai 6 bulan harus mengisi formulir pernyataan. 

Kebijakan ini berbeda antar maskapai, jadi penting mengecek terlebih dahulu. Citilink misalnya, tidak menerima bayi di bawah 8 hari dan mengharuskan surat dokter untuk bayi berusia antara 8-20 hari. 

4. Memahami Aturan Kursi untuk Penumpang Bayi
Penempatan kursi untuk penumpang yang membawa bayi diatur dengan pertimbangan keselamatan. Bayi hanya boleh duduk di baris dengan nomor genap, karena di sana terdapat posisi masker oksigen tambahan. Jumlah bayi yang boleh ikut dalam satu penerbangan dibatasi maksimal 10 persen dari kapasitas kursi. 

Awak kabin juga membagikan perlengkapan khusus bayi seperti rompi pelampung dan sabuk pengaman yang wajib dipakai saat lepas landas, mendarat, dan ketika lampu sabuk pengaman menyala. 

5. Mengatur Stroller dan Perlengkapan Bayi
Kereta dorong bayi biasanya dikategorikan sebagai bagasi khusus dan tidak mengurangi jatah bagasi reguler. Batik Air misalnya, mengizinkan stroller dipakai sampai pintu pesawat dengan diberikan label bagasi khusus. Super Air Jet mensyaratkan label tersebut diurus di konter check-in.

Jatah bagasi untuk perlengkapan bayi berbeda antar maskapai. Super Air Jet dan Batik Air tidak memberikan jatah bagasi tercatat gratis untuk bayi, sedangkan Citilink menyediakan jatah bagasi kabin khusus bayi hingga 7 kg. Kebijakan terkait car seat juga bervariasi antar maskapai sehingga perlu dikonfirmasi jauh hari sebelum keberangkatan.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore