
DAMRI menjadi salah satu PO yang melayani rute Sambas-Pontianak. (Redbus)
JawaPos.com - Perjalanan darat dari Pontianak ke Sambas masih menjadi urat nadi mobilitas warga di Kalimantan Barat. Jaraknya memang tidak dekat, sekitar 230 hingga 250 kilometer, namun rute ini sudah lama dilayani angkutan umum reguler dan relatif mudah diakses.
Bagi Anda yang sedang merencanakan perjalanan, berikut gambaran lengkap transportasi Pontianak ke Sambas yang bisa jadi rujukan.
Salah satu pilihan paling stabil adalah bus DAMRI. Layanan ini berangkat setiap hari menuju Terminal Sambas dengan beberapa titik keberangkatan di Pontianak.
Dari wilayah Pontianak Selatan, bus tersedia pada pukul 08.00 WIB dan 22.00 WIB. Sementara dari Pontianak Timur, keberangkatan malam dijadwalkan pukul 22.45 WIB.
Jadwal pagi biasanya dipilih penumpang yang ingin tiba di Sambas pada sore hari, sedangkan jadwal malam cocok untuk yang ingin memaksimalkan waktu siang di Pontianak dan tiba lebih awal keesokan harinya.
Durasi perjalanan rata-rata berkisar enam hingga tujuh jam. Namun waktu tempuh bisa berubah tergantung kondisi lalu lintas, cuaca, dan kepadatan kendaraan, terutama saat musim liburan atau akhir pekan panjang.
Selain DAMRI, tersedia pula layanan travel antar kota. Moda ini biasanya menggunakan kendaraan berkapasitas lebih kecil sehingga terasa lebih privat.
Beberapa penyedia travel menawarkan sistem penjemputan di titik tertentu, yang memudahkan penumpang tanpa harus datang ke terminal. Meski begitu, waktu keberangkatan travel kadang menyesuaikan jumlah penumpang, sehingga fleksibilitasnya perlu dikonfirmasi lebih dulu.
Rute darat Pontianak–Sambas umumnya melewati jalur pantai barat Kalimantan Barat. Kendaraan akan melintas dari Pontianak menuju kawasan Siantan di Pontianak Utara, kemudian ke Sungai Pinyuh di Kabupaten Mempawah, dilanjutkan ke Singkawang sebelum akhirnya masuk wilayah Kabupaten Sambas.
Singkawang sering menjadi titik persinggahan untuk beristirahat sejenak atau mengisi bahan bakar.
Sepanjang perjalanan, pemandangan yang tersaji didominasi hamparan perkebunan kelapa sawit, hutan tropis, serta permukiman warga di tepi jalan utama. Di beberapa titik, kendaraan juga melintasi sungai dan pasar kecil yang menjadi pusat aktivitas masyarakat setempat.
Meski jaraknya cukup jauh, suasana perjalanan tidak terasa monoton karena lanskapnya berganti-ganti.
Dari sisi infrastruktur, jalan utama menuju Sambas pada umumnya sudah beraspal dan dapat dilalui kendaraan besar. Namun saat musim hujan, pengendara dan penumpang tetap perlu waspada karena permukaan jalan bisa menjadi licin dan waktu tempuh berpotensi bertambah.
Bagi yang menempuh perjalanan malam, kondisi fisik juga perlu diperhatikan agar tetap nyaman selama di perjalanan.
Karena seluruh rute berada di zona Waktu Indonesia Barat (WIB), tidak ada perbedaan waktu antara Pontianak dan Sambas. Meski demikian, mengingat perjalanan bisa memakan waktu lebih dari setengah hari, membawa bekal air minum, camilan, serta memastikan daya ponsel mencukupi menjadi langkah sederhana yang sering kali membantu.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
