
Ilustrasi armada bus besutan Karoseri Adiputro. (Rian Alfianto/JawaPos.com)
JawaPos.com–Perjalanan darat dari Medan ke Banda Aceh masih menjadi pilihan favorit banyak orang. Terutama keluarga yang ingin bepergian dengan lebih santai tanpa harus repot transit bandara.
Meski jaraknya bisa lebih dari 500 kilometer, rute Medan–Aceh menawarkan pengalaman perjalanan yang berbeda dibanding jalur darat lainnya di Sumatera. Tak heran jika bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) di lintasan ini tetap ramai peminat, baik untuk mudik, liburan keluarga, hingga perjalanan rutin.
Kuncinya tentu ada pada pemilihan operator bus yang sudah terbukti nyaman, aman, dan punya layanan jelas. Kalau kamu sedang mencari referensi bus Medan–Banda Aceh yang cocok untuk perjalanan jauh, berikut lima operator bus AKAP yang dikenal terpercaya dan sering jadi pilihan penumpang.
Nama PMTOH sudah lama dikenal di lintas Sumatera, termasuk rute Medan–Banda Aceh. Bus ini berangkat dari kawasan Medan Sunggal dan berakhir di Terminal Batoh, Banda Aceh.
PMTOH menawarkan kelas Eksekutif dengan konfigurasi kursi 2+2, cocok buat kamu yang mengutamakan ruang duduk lega selama perjalanan panjang. Dengan tarif sekitar Rp 230 ribu, bus ini kerap dipilih keluarga yang ingin perjalanan nyaman tanpa harus mengeluarkan biaya berlebih.
Berangkat dari kawasan Jalan Gagak Hitam, PO Armada Indah Sumatera menyediakan dua pilihan kelas, yakni Eksekutif dan Sleeper. Kelas Eksekutif dibanderol sekitar Rp 230 ribu, sementara Sleeper berada di kisaran Rp 320 ribu.
Kelas Sleeper menjadi daya tarik tersendiri bagi penumpang yang ingin bisa rebahan penuh selama perjalanan jauh. Opsi ini cocok buat kamu yang bepergian bersama anak kecil atau ingin tetap segar saat tiba di Banda Aceh.
PO Harapan Indah juga melayani rute dari kawasan Jalan Gagak Hitam menuju Terminal Batoh. Operator ini menyediakan kelas Patas dengan harga sekitar Rp 230 ribu dan kelas Sleeper dengan tarif sekitar Rp 380 ribu.
Bus ini sering jadi pilihan untuk perjalanan malam karena jadwalnya relatif konsisten. Dengan fasilitas yang cukup lengkap, Harapan Indah cocok buat kamu yang ingin tiba di Banda Aceh dengan kondisi tubuh lebih nyaman.
Kalau kamu mencari bus Medan–Banda Aceh dengan harga lebih terjangkau, PO Kurnia Anugerah Pusaka bisa dipertimbangkan. Operator ini berangkat dari Medan Sunggal dan menawarkan kelas Patas dengan tarif sekitar Rp 220 ribu serta Super Executive sekitar Rp 280 ribu.
Meski harganya lebih ramah di kantong, layanan yang diberikan tetap memadai untuk perjalanan jauh. Tak heran jika bus ini cukup diminati penumpang rutin di lintasan Medan–Aceh.
Putra Pelangi melayani rute Medan Sunggal–Terminal Batoh dengan pilihan kelas Eksekutif dan Super Executive. Harga tiketnya berada di kisaran Rp 280 ribu hingga Rp 330 ribu.
Bus ini dikenal cukup stabil dari sisi pelayanan dan sering dipilih penumpang yang ingin kenyamanan ekstra tanpa harus memilih kelas Sleeper.
Durasi Perjalanan Medan–Banda Aceh
Dalam kondisi lalu lintas normal dan minim berhenti, perjalanan darat dari Medan ke Banda Aceh bisa ditempuh sekitar 10 jam. Namun dalam praktiknya, bus AKAP biasanya membutuhkan waktu hingga 12–13 jam, tergantung kondisi jalan dan jumlah pemberhentian.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
