Ilustrasi kebab (Instagram @mega_dingding)
JawaPos.com - Aroma kebab panggang yang menggoda dan legitnya biryani rempah kini bukan lagi sekadar rahasia warga India Utara. Secara mengejutkan, Lucknow baru saja dinobatkan oleh UNESCO sebagai Kota Kreatif Gastronomi pada Oktober 2025.
Penetapan ini menempatkan Lucknow di jajaran elite kota kuliner dunia. Bagi para pencinta makanan, kota ini adalah "surga rasa" di mana setiap sudut jalannya menawarkan hidangan legendaris yang memanjakan lidah.
Pengakuan Dunia untuk Warisan "Kota Para Nawab"
Masuknya Lucknow ke dalam jaringan global UNESCO bukan tanpa alasan. Jaringan ini mencakup lebih dari 400 kota di dunia yang menjadikan kreativitas, termasuk kuliner, sebagai motor penggerak pembangunan.
Direktur dan Perwakilan Kantor Regional UNESCO untuk Asia Selatan, Tim Curtis, menuturkan bahwa gelar ini adalah bentuk penghormatan atas sejarah panjang dapur Lucknow.
"Ini menghormati warisan budaya kota yang kaya sekaligus membuka jalan baru untuk kolaborasi internasional," ujarnya dikutip dari Global News, Selasa (23/12).
Lucknow menjadi kota kedua di India yang meraih gelar ini setelah Hyderabad pada 2019 lalu.
Kebab Galouti: Mahakarya Kuliner yang "Meleleh" di Mulut
Daya tarik utama Lucknow terletak pada Masakan Awadhi. Salah satu menu paling ikonik adalah Kebab Galouti. Uniknya, kebab ini diciptakan khusus untuk seorang bangsawan (Nawab) yang sudah kehilangan giginya namun tetap ingin makan daging.
Daging dicincang sangat halus bersama pepaya muda dan rempah rahasia hingga teksturnya begitu lembut. Saking lembutnya, Anda tidak perlu mengunyahnya karena kebab ini akan langsung "meleleh" saat menyentuh lidah.
Teknik Memasak Lambat "Dum Pukht" yang Mendunia
Selain kebab, Lucknow adalah rumah bagi teknik Dum Pukht. Ini adalah metode memasak lambat di dalam kuali yang disegel rapat dengan adonan tepung agar uap dan aroma rempahnya terkunci sempurna.
Teknik ini awalnya digunakan untuk memberi makan rakyat saat masa kelaparan di abad ke-18. Kini, berkat tangan dingin koki legendaris seperti mendiang Imtiaz Qureshi, teknik Dum Pukht telah naik kelas ke restoran-restoran mewah bintang lima di seluruh dunia.
Dari Teh Masala hingga Dessert Selembut Awan

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
