Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Mei 2025 | 06.15 WIB

6 Fakta Menarik Tentang Kota Solo yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Wajah Balai Kota Solo yang akan dirombak menjadi ruang publik. - Image

Wajah Balai Kota Solo yang akan dirombak menjadi ruang publik.

JawaPos.com - Kota Solo atau Surakarta, adalah salah satu kota yang kaya akan budaya dan sejarah di Indonesia.

Kota ini telah lama menjadi destinasi favorit bagi pecinta budaya Jawa dan wisatawan yang mencari nuansa klasik yang tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Dilansir dari laman YouTube Tentang Kota, Solo tak hanya dikenal karena keramahan warganya, tapi juga karena berbagai keunikan yang membuatnya berbeda dari kota-kota lain di Tanah Air.

Mulai dari warisan budaya, sistem transportasi unik, hingga gaya hidup masyarakatnya, Solo menyimpan banyak hal menarik untuk diulas.

Artikel ini akan membahas berbagai fakta menarik seputar Kota Solo, yang mungkin belum banyak diketahui.

Mari kita telusuri satu per satu dan temukan mengapa kota ini begitu dicintai oleh banyak orang.

1. Memiliki Dua Nama Resmi: Solo dan Surakarta

Salah satu keunikan paling mendasar dari kota ini adalah penyebutan dua nama yang sah dan lazim digunakan: Solo dan Surakarta.

Nama “Surakarta” adalah nama resmi administratif, sementara “Solo” merupakan nama populer yang lebih banyak digunakan oleh masyarakat dan wisatawan. Kedua nama ini merujuk pada tempat yang sama.

Sejarahnya bermula ketika Keraton Kartasura menghadapi krisis dan memutuskan memindahkan pusat pemerintahan. Pilihan jatuh pada Desa Sala, yang kemudian dinamai Surakarta Hadiningrat.

Seiring waktu, nama Solo tetap melekat karena lebih mudah diucapkan dan digunakan dalam percakapan sehari-hari.

2. Masih Mengoperasikan Kereta Uap Jaladara

Solo adalah salah satu dari sangat sedikit kota di Indonesia yang masih mengoperasikan kereta uap kuno. Kereta ini bernama Kereta Uap Jaladara, yang menggunakan bahan bakar kayu jati dan terdiri dari dua gerbong klasik.

Jaladara bukan sekadar alat transportasi, melainkan simbol sejarah transportasi di zaman kolonial Belanda.

Kereta ini menempuh rute sekitar 12 kilometer dari Stasiun Purwosari menuju Stasiun Solo Kota, melintasi kawasan Jalan Slamet Riyadi, jalan utama di tengah kota.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore