
SUKA: Wisatawan menikmati bermain voli pantai di dekat JLS Trenggalek-Tulungagung. (DHARAKA R. PRADANA/RADAR TRENGGALEK)
JawaPos.com – Meskipun keberadaan Jalur Lintas Selatan (JLS) digadang-gadang dapat memberikan dampak besar pada sektor pariwisata, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek mengaku kurang tertarik untuk menambah destinasi wisata baru.
Dapat disimpulkan seperti itu karena hingga saat ini, pihak Disparbud Trenggalek diketahui masih belum memiliki rencana atau wacana untuk menambah lokasi wisata Trenggalek di tahun 2024 mendatang.
Padahal, potensi destinasi wisata di Bumi Menak Sopal itu disebut-sebut salah satu yang memiliki daya magis tersendiri sehingga dapat memikat hati para wisatawan lokal maupun nasional.
Seperti yang diketahui, salah satu daerah di Jawa Timur ini kaya akan destinasi wisata pantainya yang sampai saat ini masih ramai digandrungi dan diminati oleh para wisatawan.
Ditambah lagi dengan lokasinya yang dilintasi oleh Jalur Lintas Selatan (JLS). Seharusnya dengan keuntungan tersebut pihak Pemkab dapat memanfaatkannya dengan baik.
Dilansir dari Radar Tulungagung (JawaPos Grup), Kepala Disparbud Trenggalek, Sunyoto juga sepakat dan mengakui bahwa potensi wisata Trenggalek meningkat seiring dengan adanya pembangunan JLS tersebut.
“Memang potensi wisata kami meningkat setelah pengoprasian JLS, kalau dilihat persentasenya bisa sampai 200 persen lebih,” jelas Kepala Disparbud Trenggalek, Sunyoto, seperti yang dikutip Radar Tulungagung (JawaPos Grup).
Kendati demikian, Disparbud Trenggalek masih juga belum memiliki rencana untuk menambah jumlah destinasi wisata, karena
Sunyoto mengatakan pihaknya perlu melakukan kajian mendalam untuk dapat membuka destinasi baru tersebut. Tujuannya agar kedepan destinasi wisata yang telah dibangun itu dapat terus berkembang secara konsisten.
Selain itu, yang menjadi alasan utama Disparbud tidak merencanakan pembukaan destinasi wisata baru di Trenggalek adalah karena keterbatasan biaya dan Sumber Daya Manusia (SDM).
“Karena itu untuk membuat destinasi baru kami rasa bukan hal yang mudah, perlu biaya dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang cukup banyak,” papar Sunyoto.
Karena itu, untuk dapat mewujudkan destinasi-destinasi wisata baru di Trenggalek, Sunyoto dengan gamblang menyatakan bahwa pihaknya akan terus mendorong keterlibatan investor swasta dari luar.
Rencananya, Disparbud akan menawarkan beberapa calon destinasi wisata baru Trenggalek itu kepada investor swasta. Sehingga, jika nanti ada investor swasta yang tertarik, destinasi wisata baru di Trenggalek maka akan semakin banyak.
Hal itu diharapkan dapat meningkatkan jumlah wisatawan. Sehingga nantinya, akan berdampak juga pada peningkatan perekonomian dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Trenggalek.
Sementara itu, untuk saat ini Disparbud hanya akan berfokus pada perbaikan dan pengembangan destinasi wisata Trenggalek yang telah ada.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022