
Photo
KABAR menyesatkan yang berkaitan dengan bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami mudah muncul. Misalnya, ulasan di TMPKMEDIA.BLOGSPOT.COM yang mengklaim seolah-olah ada tsunami setinggi 20 meter di Makassar. Blogspot itu menyertakan ulasan singkat dan gambar thumbnail langit yang mendung.
”Tsunami Makassar Setinggi 20 Meter, BMKG Himbau Jangan Panik: Ada Waktu Evakuasi 15 Menit?” Begitu judul dan keterangan blogspot tersebut. Keterangan itu lantas di-share beberapa akun Facebook. Salah satunya, akun Ilyas Habibie pada Selasa (14/12). Dia meneruskan status yang dibuat akun Muh. Haikal Hamkuma yang menyebarkan link blogspot tersebut.
Saat tautan blog itu diklik, jangan harap menemukan keterangan yang jelas dalam situs tersebut. Sebab, blog yang dipenuhi iklan politik dan kesehatan itu hanya menyertakan dua paragraf tentang gempa yang dirasakan di sejumlah daerah (bit.ly/Tsunami20Meter).
Informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta terkini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui akun resmi di Twitter menyampaikan bahwa memang ada peringatan dini tsunami pada 14 Desember lalu. Khususnya di Sulawesi Selatan, NTT, Sulawesi Tenggara, NTB, dan Maluku. Makassar memang ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan. Namun, dalam kabar itu tidak disebutkan ketinggian gelombang tsunami. ”Gempa Mag:7.5, 14-Dec-21 10:20:22 WIB, Lok:7.59LS,
122.26BT, Kdlmn 12 Km.” Anda dapat membacanya di bit.ly/InfoResmiBMKG.
Nah, pascagempa bumi dengan magnitudo 7,4 tersebut, BMKG sempat menyebut adanya tsunami setinggi 7 sentimeter. Itu pun terjadi di desa di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Nagekeo, NTT.
Meski begitu, pada akhirnya BMKG mencabut peringatan dini tsunami di daerah NTT. Peringatan dini tsunami tersebut dicabut setelah BMKG memantau tidak adanya kenaikan muka air laut selama dua jam setelah gempa magnitudo yang berpusat di Laut Flores, NTT.
”Sudah lebih dari dua jam setelah kejadian (gempa bumi) dan tidak terdeteksi adanya kenaikan muka air laut lagi. Peringatan dini tsunami dinyatakan telah berakhir,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers Selasa (14/12).
Karena itu, Dwikora saat itu meminta pemerintah daerah setempat memberikan informasi kepada masyarakat agar bisa kembali ke rumah masing-masing. Keterangan itu jelas mempertegas bahwa kondisi sebenarnya tidak sesuai dengan penjelasan blog TMPKMEDIA. Anda dapat membaca ulasan jawapos.com di bit.ly/KronologiAsli.
Thumbnail gambar awan yang bergelombang juga tidak berkaitan dengan gempa bumi magnitudo 7,4 di wilayah NTT. Foto itu telah muncul pada 10 Agustus 2020 dalam berita Penampakan Awan ’Tsunami’ di Meulaboh Aceh. Anda dapat melihatnya di bit.ly/AwanAceh2020.
FAKTA
Tidak ada peringatan dari BMKG terkait dengan gelombang tsunami setinggi 20 meter di Makassar. Memang ada peringatan dini potensi tsunami, tetapi peringatan tersebut dicabut setelah dua jam.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
