
Ilustrasi tsunami. (Wirestock/Freepik)
JawaPos.com - Air laut yang surut secara sangat cepat dan jauh melampaui batas pasang surut normal merupakan ciri utama terjadinya fenomena laut surut yang berpotensi memicu bencana tsunami.
Penegasan ini disampaikan oleh Badan Geologi Kementerian ESDM merespons kekhawatiran masyarakat terkait video viral fenomena air laut surut usai erupsi Gunung Anak Krakatau.
Surveyor Pemetaan Ahli Madya Badan Geologi Kementerian ESDM, Athanasius Cipta, membenarkan bahwa surutnya air laut bisa menjadi petunjuk awal datangnya gelombang tsunami. Namun, tidak semua kejadian surut menandakan akan datangnya tsunami.
Salah satu yang membedakan akan datangnya tsunami ialah surut air laut melebihi batas normal.
"Satu, surut laut dia berlangsung dengan sangat cepat, artinya surut dengan sangat cepat dan jauh lebih jauh daripada surut normal, surut pasang surut biasa," ujar Athanasius Cipta dalam video yang diunggah @badan.geologi.
Klasifikasi Fenomena Air Laut Surut 6 September 2026
Terkait video yang beredar pada 6 September 2026, Athanasius meluruskan kronologi kejadian untuk meluruskan asumsi publik. Erupsi menerus Gunung Api Anak Krakatau tercatat terjadi pada 4 hingga 5 September 2026 dan telah dinyatakannya selesai pada lewat tengah malam 6 September 2026.
Baca Juga:Optimalkan Pencarian Penumpang KM Virgo Transport 8, Pemerintah Tambah Kekuatan untuk Operasi Laut
Atas dasar kronologi tersebut, Badan Geologi menyimpulkan bahwa fenomena surutnya air laut yang terekam pada 6 September 2026 tidak memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Catatan Sejarah Tsunami Gunung Anak Krakatau
Athanasius tidak memungkiri bahwa aktivitas erupsi kompleks Gunung Krakatau memiliki rekam jejak memicu tsunami. Peristiwa terbaru terjadi pada Desember 2018 ketika erupsi memicu tsunami yang menerjang Pantai Barat Banten dan Kalianda, Lampung.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Prediksi Skor Al-Hilal vs Al-Gharafa di Liga Champions Asia: Gabriel Martinelli Cetak Gol Lagi!
Prediksi Genoa vs Sudtirol: Rotasi De Rossi Jadi Sorotan, Laga Coppa Italia Bisa Berlangsung Sengit
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Osasuna di Liga Spanyol: Los Colchoneros Menang di Metropolitano

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022