
Smartphone lipat Samsung Galaxy Fold. (TechRadar)
JawaPos.com - Samsung Galaxy Fold baru saja melewati fase pra penjualan perdananya pada 15 April lalu dengan banderol resmi seharga Rp 27 jutaan. Samsung mengklaim perangkatnya laris manis pada fase pra penjualan itu. Namun, bukan itu yang penting. Berbarengan dengan larisnya Galaxy Fold, smartphone tersebut justru dilaporkan memiliki masalah serius.
Sebagaimana JawaPos.com kutip dari TechRadar, Sabtu (20/4), laporan dari banyak jurnalis teknologi menunjukkan Samsung Galaxy Fold rusak setelah digunakan beberapa hari. Kerentanan daya tahan ada pada sektor layarnya yang bisa dilipat dan dibuka-tutup.
Setidaknya ada lima layar Galaxy Fold rusak dengan empat di antaranya itu tidak berfungsi sama sekali. Ada pula yang mengalami setengah dari layar tablet berukuran 7,3 inci berkedip-kedip. Para pengulas dan analis dari CNBC, Bloomberg, The Verge, Android Central, dan YouTube men-tweet tentang pengalaman mereka setelah satu hingga dua hari menggunakan smartphone tersebut.
https://twitter.com/robotodd/status/1118574478009626624?s=19
Todd Haselton dengan akun @robotodd dari CNBC mengunggah video soal perangkat Galaxy Fold yang tengah dijajalnya memiliki masalah layar berkedip. Tampak jelas, layar smartphone tersebut bermasalah.
Lain lagi pengalaman Dieter Bohn dari TheVerge dengan akun Twitter @backlon. Dia mendapati layar Galaxy Fold-nya memiliki benjolan aneh mencurigakan di antara pembatas lipatan smartphone tersebut.
"Sesuatu yang terjadi pada Galaxy Fold saya, ada tonjolan muncul. Saya tidak tahu bagaimana ini bisa terjadi dan saya menunggu kabar dari Samsung. Ponsel ini rusak," tulisnya melalui akun resmi Twitter miliknya.
https://twitter.com/backlon/status/1118574999844085766?s=19
Belum berhenti, jurnalis teknologi lainnya dari Bloomberg Mark Gurman dengan akun Twitter @markgurman justru lebih apes. Di Twitter, dia mengunggah foto dari layar Galaxy Fold yang tidak lagi bekerja alias mati.
"Layar pada unit review Galaxy Fold saya rusak total dan tidak bisa digunakan hanya dalam waktu dua hari," ujarnya melalui Twitter. "Masih belum diketahui apakah ini masalah yang dialami banyak orang atau tidak," tambahnya bertanya.
https://twitter.com/markgurman/status/1118574467255418880?s=19
Dalam beberapa kasus (tidak semua kasus) terkait kerusakan tersebut, Samsung telah mengganti unit review yang rusak. Jika masalah tetap ada, hal itu mungkin mengalami dilema lainnya yang berkaitan dengan masalah teknis perangkat.
Terlepas dari kerusakan perangkat yang dialami para jurnalis teknologi tersebut, rumor soal ketahanan perangkat smartphone lipat memang sudah bergulir sejak perangkat tersebut masih sebatas wacana. Layar yang dapat terlipat dengan mekanisme elastis dan ketahanannya dalam penggunaan jangka panjang memang sudah menjadi obrolan menarik sejak lama.
Samsung yang pertama mengalami masalah di sektor layar smartphone lipatnya saat ini. Masih ada vendor lainnya yang akan menyusul Samsung dalam waktu dekat. Dia adalah Huawei, Xiaomi, dan banyak lagi. Jika tidak belajar dari Samsung, ke depan mungkin akan banyak dijumpai smartphone lipat yang tak tahan lama.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di Liga Nations UEFA: Rinktinė Menang di Kandang Lawan
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Jepang vs Uruguay: Ko Itakura Targetkan Kemenangan
Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di Liga Nations UEFA: The Green Army Curi Poin di Fadil Vokrri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022