
Ilustrasi: Aksi hacker yang sering bikin repot. (Kaspersky).
JawaPos.com - Kaspersky memperluas perlindungan keamanan sibernya di Asia Pasifik dengan meluncurkan Kaspersky AI Protect (KAIP). Solusi ini dirancang untuk membantu perusahaan menghadapi ancaman yang muncul seiring semakin luasnya penggunaan kecerdasan artifisial (AI), termasuk serangan terhadap model Large Language Model (LLM) dan agen AI.
Peluncuran KAIP dilakukan ketika Asia Pasifik menjadi salah satu kawasan yang menghadapi tingginya aktivitas serangan siber. Kaspersky menyebut lebih dari 60 persen serangan siber yang tercatat secara global terjadi di kawasan tersebut. Industri manufaktur dan layanan teknologi informasi menjadi sektor yang banyak menjadi sasaran, sementara usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga menghadapi risiko karena kemampuan pertahanannya belum merata.
Di sisi lain, penggunaan AI di lingkungan perusahaan terus berkembang. Kondisi tersebut turut dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk melancarkan serangan dengan metode yang menyamar sebagai layanan AI. Secara global, Kaspersky mencatat lebih dari 92.000 serangan berbahaya yang menyamarkan diri sebagai layanan AI selama paruh pertama 2026.
Managing Director Kaspersky untuk Asia Pasifik, Adrian Hia, mengatakan, perusahaan di kawasan tersebut kini berada dalam situasi yang menuntut keseimbangan antara percepatan adopsi AI dan pengelolaan risiko keamanan.
"Kawasan Asia Pasifik berada pada titik krusial. Perusahaan mempercepat adopsi AI dan memprioritaskan kecepatan dalam meraih nilai bisnis, namun banyak yang meremehkan ancaman nyata yang menyertainya, termasuk risiko rantai pasok AI, penyusupan pada model (model poisoning), agen berbahaya, dan serangan prompt injection," ujar Adrian Hia, Managing Director Kaspersky untuk Asia Pasifik dalam keterangannya, Rabu (7/10).
Menurut Hia, anggapan bahwa model AI yang ditempatkan di dalam infrastruktur perusahaan otomatis aman juga perlu diperhatikan. Sebab, ancaman dapat masuk melalui berbagai komponen yang digunakan dalam sistem AI.
"Banyak organisasi masih memiliki anggapan keliru bahwa menyimpan LLM secara internal menjamin keamanan. Namun, pandangan tersebut mengabaikan fakta bahwa kode berbahaya dapat disusupkan melalui bobot model (model weights), plugin AI, dan skrip yang berasal dari luar organisasi," tambah Hia.
Kaspersky menyebut KAIP dikembangkan untuk mendeteksi ancaman yang secara khusus menyasar infrastruktur AI, sekaligus tetap menangani serangan siber konvensional.
Solusi tersebut dapat diintegrasikan dengan berbagai aplikasi dan memberikan perlindungan untuk portal maupun aplikasi web, server proxy, penyimpanan terhubung jaringan (NAS), hingga gateway email.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022