Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 September 2026 | 23.23 WIB

Trojan Perbankan Seluler Makin Mengganas, Kaspersky Temukan 162 Ribu Paket Berbahaya

Ilustrasi virus trojan di komputer. (Shutterstock) - Image

Ilustrasi virus trojan di komputer. (Shutterstock)

JawaPos.com - Ancaman kejahatan siber yang menyasar pengguna perangkat seluler semakin meningkat. Kaspersky mendeteksi 162.275 paket instalasi Trojan perbankan seluler baru sepanjang kuartal pertama (Q1) 2026.

Jumlah tersebut bahkan lebih dari dua kali lipat dibandingkan angka yang tercatat sepanjang 2024. Angka pada tiga bulan pertama 2026 itu juga setara dengan sekitar dua pertiga dari total paket Trojan perbankan yang terdeteksi sepanjang 2025.

Kaspersky mencatat Trojan perbankan menyumbang 52,96 persen dari seluruh aplikasi seluler berbahaya yang terdeteksi pada Q1 2026. Persentase tersebut meningkat signifikan dibandingkan sekitar 31 persen sepanjang 2025.

Data tersebut berasal dari informasi anonim yang dihimpun melalui Kaspersky Security Network. Temuan ini menunjukkan bahwa pelaku kejahatan siber semakin memanfaatkan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap smartphone untuk aktivitas sehari-hari, mulai dari berbelanja, berkomunikasi, menikmati hiburan hingga bekerja.

Selain Trojan perbankan, Kaspersky juga mencatat sejumlah ancaman lain selama periode tersebut. Perusahaan keamanan siber itu memblokir lebih dari 2,67 juta serangan yang melibatkan malware, adware, maupun perangkat lunak seluler yang tidak diinginkan.

Kaspersky juga menemukan lebih dari 306 ribu paket instalasi berbahaya dengan total mencapai 306.070 sampel. Dari jumlah tersebut, sebanyak 439 paket diketahui berkaitan dengan Trojan ransomware seluler.

Ancaman lain yang turut menjadi perhatian adalah backdoor yang telah tertanam pada firmware perangkat sejak proses manufaktur. Triada dan Keenadu tercatat sebagai dua jenis ancaman backdoor pra-instal yang cukup sering ditemukan.

Besarnya angka tersebut menunjukkan perangkat seluler kini bukan lagi sekadar sasaran tambahan bagi pelaku kejahatan siber. Smartphone telah menjadi salah satu target utama karena menyimpan berbagai informasi penting milik pengguna.

Data pribadi, kata sandi, percakapan, foto hingga informasi yang berkaitan dengan pekerjaan kini banyak tersimpan di dalam perangkat. Kondisi tersebut membuat smartphone memiliki nilai tinggi bagi para penyerang.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore