Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 September 2026 | 22.45 WIB

Kaspersky Ungkap Modus Phishing Rekrutmen di LinkedIn, Mirage Kitten Sasar Pengembang di Timur Tenga

Ilustrasi: Kaspersky Ungkap Modus Phishing Rekrutmen di LinkedIn. (istimewa) - Image

Ilustrasi: Kaspersky Ungkap Modus Phishing Rekrutmen di LinkedIn. (istimewa)

JawaPos.com - Pelaku kejahatan siber kembali memanfaatkan modus rekrutmen palsu untuk menargetkan pekerja di sektor teknologi. Kaspersky GReAT mengungkap kampanye serangan terarah yang dilakukan kelompok Mirage Kitten dengan menyamar sebagai perekrut di LinkedIn.

Omar Amin, pakar keamanan di Kaspersky GReAT, mengatakan perubahan metode yang digunakan Mirage Kitten menunjukkan adanya evolusi dalam strategi serangan kelompok tersebut.

Dia menjelaskan bahwa peralihan dari malware tradisional hasil kompilasi ke ancaman berbasis JavaScript menandai perubahan taktik Mirage Kitten. Dengan membajak proses perekrutan dan menyisipkan kode secara langsung ke dalam perangkat kerja pengembang sehari-hari, kelompok ini mampu menembus batasan keamanan perusahaan secara diam-diam.

“Pengembang biasanya memiliki hak akses istimewa dalam jaringan perusahaan, sehingga mereka menjadi target bernilai sangat tinggi bagi operasi spionase siber tingkat lanjut," kata Omar Amin, pakar keamanan di Kaspersky GReAT.


Dalam aksinya, kelompok tersebut membidik insinyur perangkat lunak yang bekerja di sektor penerbangan dan teknologi finansial (fintech) di kawasan Timur Tengah dan Afrika. Mesir, Ethiopia, dan Afghanistan menjadi sejumlah negara yang menjadi sasaran utama.

Kaspersky juga menemukan keberadaan malware terkait kampanye tersebut di sejumlah negara lain, seperti Jerman, Turki, Israel, India, dan Irlandia. Temuan terbaru ini melanjutkan pengungkapan Kaspersky pada Juli lalu mengenai backdoor Windows baru yang dikaitkan dengan Mirage Kitten.

Menyamar sebagai Perekrut di LinkedIn

Serangan diawali dengan teknik rekayasa sosial. Pelaku membuat identitas palsu sebagai tenaga perekrutan dari perusahaan teknologi besar di LinkedIn, kemudian menghubungi pengembang perangkat lunak yang dianggap sesuai dengan target mereka.

Korban selanjutnya ditawari mengikuti proses penilaian teknis. Perekrut palsu tersebut kemudian memberikan tautan untuk mengunduh materi coding challenge yang disimpan melalui layanan penyimpanan cloud Amazon yang sebenarnya merupakan layanan sah.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore