
Ilustrasi teknologi Artificial Intelligence (AI) harus memiliki etika dan batas yang jelas. (LogicGate Risk Cloud)
JawaPos.com - Percakapan publik mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) di platform X sepanjang Maret hingga Mei 2026 terpecah ke dalam 332 kelompok kecil yang tidak saling berhubungan. Menariknya, agen kecerdasan buatan @grok justru menempati posisi paling sentral dalam jaringan diskusi tersebut, mengungguli akun pejabat, media massa, maupun pemengaruh manusia.
Temuan unik ini terungkap dalam penelitian karya Indri Anjar Kartika Sari bersama Catur Suratnoaji dan Agus Widiyarta dari program Magister Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Jawa Timur. Studi ini resmi terbit di Integrative Perspectives of Social and Science Journal (IPSSJ) Volume 3 Nomor 09 pada 15 September lalu.
Penelitian berbasis Social Network Analysis (SNA) dan Natural Language Processing (NLP) ini memetakan 973 aktor serta 658 relasi interaksi dari 3.395 cuitan unik yang telah dibersihkan dari indikasi akun bot maupun spam. "Penelitian saya mengkaji fenomena percakapan publik mengenai program Makan Bergizi Gratis atau MBG di platform X selama periode Maret sampai Mei 2026," ungkap Indri dikutip Senin (21/9).
Fenomena Algorithmic Trust: Publik Lebih Percaya AI
Berdasarkan analisis eigenvector centrality, akun AI @grok dan akun @prabowo muncul sebagai simpul dengan tingkat interaksi paling tinggi. Namun, posisi teratas yang dipegang oleh agen kecerdasan buatan menunjukkan adanya fenomena Algorithmic Trust.
Fenomena ini menggambarkan kecenderungan masyarakat untuk menjadikan AI sebagai verifikator akhir informasi ketika tingkat kepercayaan terhadap sumber manusia atau institusi resmi dinilai menurun.
"Temuan tersebut menunjukkan bahwa perhatian dalam percakapan mengenai MBG di X tidak tersebar secara merata, tetapi terdapat aktor tertentu yang menjadi pusat perhatian atau interaksi dalam jaringan," jelas Indri.
Diskusi Terfragmentasi dalam Gelembung Kecil
Struktur jaringan dalam penelitian ini mencatatkan nilai modularity sebesar 0,9837. Angka ekstrem ini menandakan bahwa percakapan tidak terbagi menjadi dua kubu besar yang berlawanan, melainkan terfragmentasi secara masif.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022