
Ilustrasi teknologi Artificial Intelligence harus memiliki etika dan batas yang jelas. (LogicGate Risk Cloud)
JawaPos.com - Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang semakin pesat mendorong perguruan tinggi mengambil peran lebih besar. Bukan hanya dalam mencetak pengguna teknologi, tetapi juga melahirkan inovator, menyusun kebijakan, serta memastikan AI dimanfaatkan secara etis bagi kepentingan masyarakat.
Pesan tersebut mengemuka dalam peringatan 45 tahun Binus University. Melalui Dewan Guru Besar, perguruan tinggi itu memperkenalkan gagasan strategis AI for Life sebagai arah pengembangan pendidikan tinggi yang menempatkan Artificial Intelligence sebagai teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, bukan menggantikan perannya.
Gagasan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan Indonesia menyambut penyelenggaraan QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026, forum pendidikan tinggi internasional yang akan mempertemukan akademisi, regulator, dan pelaku industri teknologi dari berbagai negara.
Ketua Dewan Guru Besar Binus University, Prof. Dr. Ir. Harjanto Prabowo, M.M., menegaskan, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab memastikan perkembangan AI tetap berorientasi pada kepentingan manusia.
"Melalui gagasan AI for Life, Dewan Guru Besar BINUS ingin menegaskan bahwa teknologi, khususnya AI, harus diarahkan untuk memperkuat kehidupan manusia, bukan menggantikannya," ujar Prof. Harjanto di Tangerang.
Konsep AI for Life disusun sebagai peta jalan lintas disiplin ilmu untuk menjawab berbagai tantangan yang muncul seiring meningkatnya adopsi kecerdasan buatan di berbagai sektor.
Pada bidang Teknologi, Engineering, dan IT, tim yang dipimpin Prof. Firdaus Alamsjah, Prof. Widodo Budiharto, dan Prof. Engkos A. Kuncoro menyoroti pentingnya transformasi dari sekadar menjadi pengguna AI menuju pencipta nilai ekonomi dan sosial melalui teknologi tersebut.
Transformasi itu dinilai membutuhkan kesiapan infrastruktur data, perlindungan privasi, penerapan etika AI, hingga pengembangan talenta digital yang mampu bersaing secara global.
Sementara itu, kelompok Bisnis dan Industri Kreatif yang terdiri atas Prof. Harjanto Prabowo, Prof. John Fredy Bobby Saragih, Prof. Mita Purbasari Wahidiyat, dan Prof. Lindrianasari menilai AI dapat menjadi mitra strategis untuk meningkatkan produktivitas dan mempercepat lahirnya inovasi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Racing Santander vs Elche di Liga Spanyol 2026/2027: Tuan Rumah Kunci 3 Poin!
Prediksi Skor Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol 2026/2027: Sengit, Berakhir Imbang?
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol: Babazorros Bisa Buat Kejutan
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Kronologi Kericuhan di Pejompongan yang Tewaskan Lansia dan Bikin Pelajar Babak Belur
Prediksi Skor Fulham vs AFC Wimbledon di EFL Cup 2026/2027: Misi Bangkit The Cottagers
Tak Terbukti Terima Uang dan Perkaya Diri Sendiri, Eks Kabaranahan Kemhan Tetap Dihukum 2,5 Tahun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor CSKA Sofia vs OFI Crete di Kualifikasi Liga Europa 2026/2027: Kans Lolos O Ómilos!
