Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 September 2026 | 04.08 WIB

Microsoft Sebut Lebih Banyak Data Center Harus Dibangun di Inggris untuk Menggerakkan Ekonomi

Microsoft menjadi salah satu perusahaan teknologi yang memperluas infrastruktur pusat data untuk menopang kebutuhan layanan digital dan kecerdasan buatan / Foto: (WCCFTECH) - Image

Microsoft menjadi salah satu perusahaan teknologi yang memperluas infrastruktur pusat data untuk menopang kebutuhan layanan digital dan kecerdasan buatan / Foto: (WCCFTECH)

JawaPos.com — Microsoft bersiap mengajukan rencana pembangunan data center atau pusat data di kawasan Langley, Slough, Inggris, pada musim gugur 2026. Proyek yang direncanakan di bekas Langley Business Centre, dekat stasiun kereta Langley, muncul ketika kebutuhan kapasitas komputasi terus meningkat, sementara masyarakat setempat mempertanyakan dampak fisik dan lingkungan dari semakin banyaknya fasilitas pusat data.

Lokasi itu telah kosong sejak Desember 2023. Slough Borough Council sebelumnya menyetujui izin garis besar untuk pembangunan pusat data di kawasan tersebut pada 2021, tetapi izin itu kemudian kedaluwarsa. Dalam rencana baru, Microsoft mengusulkan bangunan setinggi sekitar 15 meter, atau setara gedung perkantoran enam lantai, beserta gardu listrik, fasilitas pendukung, dan area parkir.

Dilansir dari WCCFTech, Jumat (18/9/2026), Microsoft mempertahankan kebutuhan pembangunan pusat data dengan menyatakan, “Pusat data telah menjadi bagian integral dari kehidupan kita, dengan media sosial, pembayaran nontunai, dan kerja jarak jauh yang semuanya bergantung pada fungsi yang disediakannya.” Microsoft juga mengatakan “berupaya menjadi tetangga yang baik” serta ingin “menciptakan dampak positif bagi komunitas yang menjadi tempat pusat data kami.”

Argumen itu kemudian diperluas ke tingkat ekonomi nasional. Microsoft menyatakan, “Inggris membutuhkan lebih banyak pusat data baru untuk menggerakkan perekonomian masa depan.” Bagi perusahaan, pusat data menjadi infrastruktur yang menopang layanan digital, mulai dari transaksi nontunai hingga pekerjaan jarak jauh. Namun, posisi tersebut berhadapan dengan pertanyaan mengenai seberapa besar manfaat ekonomi itu harus dibayar oleh masyarakat yang tinggal di sekitar fasilitas.

Di Slough, kekhawatiran warga mencakup kebisingan, panas yang dihasilkan fasilitas, penggunaan lahan, serta potensi dampak terhadap kualitas hidup. Sebuah petisi yang meminta pemerintah kota menunda persetujuan pembangunan pusat data baru, termasuk proyek Microsoft, telah mengumpulkan sekitar 600 tanda tangan. Para pengusul juga meminta penilaian independen terhadap dampak fasilitas sebelum proyek baru disetujui.

Penasihat dewan lokal Chandra Muvvala termasuk yang mempertanyakan manfaat pembangunan tersebut. Kepada Local Democracy Reporting Service, dia mengatakan, “Tidak memiliki pusat data bukanlah masalah, tetapi memiliki pusat data jelas merupakan masalah.” Dia juga menyebut sejumlah pilihan yang menurutnya dapat memberikan manfaat langsung kepada warga, seperti pembangunan taman dan penanaman pohon di Langley.

Bagi Muvvala, perdebatan itu bukan semata mengenai kemampuan Microsoft membiayai proyek. Dia mempertanyakan bagaimana sumber daya perusahaan dapat digunakan untuk memberi manfaat kepada masyarakat sekitar. Dengan kata lain, persoalannya bergeser dari kebutuhan perusahaan atas kapasitas komputasi menuju bentuk kontribusi yang diterima wilayah tempat infrastruktur berskala besar itu dibangun.

Microsoft menyatakan penilaian dampak lingkungan sedang dilakukan untuk menguji berbagai konsekuensi proyek. Kajian tersebut mencakup kualitas udara, kebisingan, iklim, karakter kawasan, serta dampak terhadap cahaya siang dan sinar matahari. Perusahaan juga memasukkan karya seni publik yang dirancang secara lokal dalam rencana, sementara desain proyek masih dapat berubah sebelum permohonan perencanaan resmi diajukan.

Persoalan serupa muncul pada proyek Microsoft di Leeds. Lebih dari 42.000 orang telah menandatangani petisi menentang kompleks pusat data seluas sekitar 424.000 kaki persegi di bekas lokasi pembangkit listrik Skelton Grange. Kekhawatiran warga di sana terutama menyangkut penggunaan energi dan air serta dampak terhadap lingkungan. Sekitar 250 orang juga mengikuti aksi protes di pusat Leeds pada September.

Meski demikian, Microsoft telah memperoleh persetujuan perencanaan untuk proyek Leeds pada April. Perusahaan mengatakan fasilitas itu akan menggunakan pendinginan berbasis udara lebih dari 95 persen waktu operasional dan penggunaan energinya akan dipadankan dengan energi terbarukan. 

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore