Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 September 2026 | 07.54 WIB

AI Canggih kini Bisa Jalankan Serangan Siber, Biaya jadi Senjata Baru Hacker

Adithya Nugraputra, Head of Consulting PT Ensign InfoSecurity Indonesia. (Dok. Ensign) - Image

Adithya Nugraputra, Head of Consulting PT Ensign InfoSecurity Indonesia. (Dok. Ensign)

JawaPos.com - Kecanggihan teknologi kecerdasan buatan (AI) mulai membawa perubahan besar terhadap lanskap keamanan siber. Laporan terbaru Ensign InfoSecurity mengungkapkan, model AI canggih kini sudah mampu menjalankan berbagai tahapan dalam rangkaian serangan siber terhadap organisasi.

Kemampuan tersebut membuat serangan siber kompleks berpotensi menjadi lebih mudah diakses. AI dapat membantu menurunkan biaya, waktu, sekaligus tingkat keahlian teknis yang sebelumnya dibutuhkan pelaku untuk menjalankan serangan.

Temuan itu menjadi bagian dari edisi ketujuh Ensign 2026 Cyber Threat Landscape Report, yang menggabungkan hasil layanan keamanan siber Ensign di kawasan regional, threat intelligence, penanganan insiden siber, serta keterlibatan perusahaan dalam ekosistem keamanan siber internasional.

“Hasil pengujian melalui Ensign Cyber AI Range menunjukkan bahwa meskipun model AI canggih sudah mampu menjalankan berbagai tahapan serangan siber, kemampuan deteksi dan respons yang efektif masih dapat menjadi hambatan yang berarti setelah akses awal berhasil diperoleh,” kata Adithya Nugraputra, Head of Consulting PT Ensign InfoSecurity Indonesia di Jakarta, Rabu (16/9).

Dalam laporan tersebut, Ensign juga mengungkap hasil AI Cyber Range Assessment, sebuah pengujian yang dirancang untuk mengevaluasi kemampuan ofensif model AI canggih sekaligus melihat implikasinya terhadap pertahanan siber.

Sejak awal 2026, Ensign mengembangkan AI Range, lingkungan pengujian keamanan siber untuk menguji dan memahami kemampuan model AI canggih melalui berbagai skenario serangan siber. Lebih dari 150 model AI yang tersedia secara umum telah dievaluasi sebelum 10 model dipilih untuk menjalani pengujian lebih mendalam.

Dalam pengujian tersebut, 10 model AI berperan sebagai pelaku ancaman siber tingkat lanjut. Setiap model kemudian diberikan delapan tujuan serangan yang sama secara berurutan untuk melihat sejauh mana kemampuan ofensifnya.

Di antara model yang diuji, GPT-5.6 Sol milik OpenAI, Claude Opus 4.8 milik Anthropic, dan GLM 5.2 milik Z.AI menunjukkan performa terbaik. Ketiganya mencapai tingkat keberhasilan tinggi pada tujuh dari delapan tujuan serangan yang diuji.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore