
Ilustrasi logo Microsoft. (The Guardian)
JawaPos.com - Microsoft merilis kode etik AI baru yang dirancang untuk memperkuat keamanan dan penyelarasan (alignment) model kecerdasan buatan.
Dokumen tersebut menetapkan sejumlah prinsip dan batasan untuk mencegah model AI mengembangkan perilaku yang dapat membahayakan manusia, seperti deepfake hingga serangan siber.
Dilansir dari TechCrunch, kode etik tersebut hadir ketika industri AI mulai memberikan perhatian lebih besar terhadap aspek keamanan dan penyelarasan model.
Isinya bersifat teknis dan mendasar, dengan fokus pada nilai-nilai serta batasan (red lines) yang menjadi pedoman dalam proses pelatihan model di Microsoft AI.
Dalam dokumennya, Microsoft lebih menitikberatkan pada bagaimana model AI harus dikembangkan dan dikendalikan.
Itu berbeda dengan seruan CEO Anthropic Dario Amodei mengenai perlunya mengatur kecepatan pengembangan teknologi AI terdepan (pacing the frontier).
Kode etik itu sekaligus memberikan gambaran mengenai pendekatan Microsoft terhadap keamanan AI serta penerapannya dalam praktik.
Dokumen tersebut diawali dengan prediksi bahwa dalam satu dekade mendatang, sistem AI supercerdas dapat melampaui kemampuan manusia dalam sebagian besar tugas.
"Membatasi, mengendalikan, dan menyelaraskan kekuatan sebesar itu merupakan salah satu tantangan terbesar yang pernah dihadapi umat manusia," demikian bunyi kode etik tersebut.
Baca Juga:Elon Musk dan Bos Open AI Sepakat Dukung Perlambatan Pengembangan AI di Tengah Risiko Teknologi
"Oleh karena itu, kita harus memiliki kejelasan penuh mengenai alasan kita menciptakan sistem-sistem ini dan bagaimana kita berniat mengendalikannya,” imbuhnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Bursa Skor Shamal vs Al Ittihad di Liga Champions Asia, Peluang Tim Tamu Kuasai Tanah Arab
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sebut MBG Tak Bermasalah, Sudaryono: Yang Bikin Ramai Guru, Ortu, Wartawan, Hingga LSM
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Prediksi Skor Torino vs Roma di Liga Italia: Giallorossi Siap Obrak-abrik Markas Il Toro

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022