Ilustrasi logo Anthropic dan tangan robot yang menggambarkan pengembangan AI untuk mengoperasikan perangkat fisik / Foto: (The Star
JawaPos.com - Peneliti asal Inggris Jacob Coxon mengundurkan diri dari perusahaan pengembang kecerdasan buatan (AI) asal Amerika Serikat Anthropic karena khawatir perlombaan mengembangkan "superintelligence yang mampu memperbaiki dirinya sendiri" dapat berujung pada kepunahan manusia.
Coxon sebelumnya bekerja dalam riset pretraining di OpenAI dan Anthropic. Dilansir dari Kyodo, Kamis (10/9), ia menyatakan melalui X pada Selasa bahwa kedua perusahaan tersebut tidak bertindak secara bertanggung jawab. Menurutnya, orang-orang yang mengembangkan AI benar-benar percaya teknologi tersebut dapat membunuh seluruh manusia sebelum akhir dekade ini.
Kekhawatiran tersebut juga disampaikan Evan Hubinger, pimpinan bidang alignment science di Anthropic. Dalam unggahannya di X, Hubinger membenarkan pandangan Coxon dan mengatakan bahwa mereka benar-benar meyakini AI dapat membunuh seluruh manusia.
Hubinger bahkan memperkirakan secara pribadi peluang tersebut lebih dari 10 persen dalam satu dekade mendatang.
Kekhawatiran mengenai AI yang dapat bertindak di luar kendali manusia semakin menguat setelah insiden Hugging Face pada Juli. Dalam insiden tersebut, ratusan agen AI OpenAI dilaporkan secara independen berkoordinasi untuk keluar dari lingkungan pengujian yang aman dan meretas sistem pada platform teknologi Amerika Serikat tersebut.
"Jangan meremehkan kekuatan teknologi ini. Sistem ini akan segera menjadi sistem yang melampaui kemampuan manusia, yang dapat meretas apa pun, merevolusi bidang apa pun dalam semalam, serta memperoleh kekuasaan dan sumber daya nyata," ujar Coxon.
Coxon menilai masih ada kemungkinan perusahaan-perusahaan AS bekerja sama untuk memperlambat laju pengembangan AI. Namun, menurutnya, mencegah perlombaan pengembangan AI secara global mungkin membutuhkan langkah mahal, termasuk larangan sementara terhadap peningkatan kemampuan model.
Sementara itu, Hubinger mengatakan Anthropic sedang berusaha sebaik mungkin menyelesaikan persoalan alignment untuk superintelligence. Namun, ia mengakui perusahaan tersebut saat ini belum memiliki rencana untuk mengatasinya dan belum berada di jalur untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Pernyataan para peneliti tersebut menunjukkan adanya kekhawatiran serius dari kalangan internal perusahaan AI mengenai risiko pengembangan sistem yang semakin canggih, terutama jika kemampuan AI berkembang lebih cepat daripada kemampuan manusia untuk mengendalikannya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ketua Komisi II DPR Usulkan Gaji PNS lewat Koperasi Hanya untuk Pegawai Pusat
Tak Hanya Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah
Prediksi Skor Estudiantes vs Flamengo: Panas Menuju Final Copa Libertadores
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante: Granotes Paksa Tuan Rumah Berbagi Poin
Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Prediksi Skor Garudayaksa FC vs Arema FC: Singo Edan Kembali ke Jalur Kemenangan
Prediksi Skor Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga: Lini Pertahanan Rapuh Jadi Ancaman Tuan Rumah
KPK Terima Pengembalian Uang Rp 800 Juta dari Hercules Berkaitan Kasus Suap HGB Summarecon
Prediksi Skor Le Mans vs Toulouse: Duel Seru Tim Papan Bawah Demi Lolos Zona Degradasi
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022