
ATSI dan KPPU bahas regulasi dan pola kerja sama proporsional antara pelaku usaha domestik dan platform digital lintas negara dalam forum diskusi. (Istimewa)
JawaPos.com - Perkembangan pesat platform digital global di Indonesia dinilai membawa tantangan baru terhadap struktur pasar, persaingan usaha, hingga tata kelola ruang digital nasional.
Sejumlah pemangku kepentingan pun mulai mendorong adanya regulasi dan pola kerja sama yang lebih proporsional antara pelaku usaha domestik dan platform digital lintas negara.
Hal tersebut menjadi salah satu isu utama yang dibahas dalam forum diskusi antara Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Republik Indonesia, di Hotel Fairmont, Jakarta, pada Agustus.
Baca Juga:Telkomsel Ubah Arah Layanan Pascabayar, Kuota hingga 2.000 GB dan Benefit Digital Jadi Satu Paket
Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Dian Siswarini, Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Gopprera Panggabean, Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen DPR RI sekaligus anggota Panja AI Muhammad Husein Fadlulloh, serta Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Muhammad Mufti Mubarok.
Hadir pula Komisioner KPPU Mohammad Reza, Direktur Strategi dan Kebijakan Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Muchtarul Huda, serta akademisi Ahmad M. Ramli.
Diskusi membedah seputar perkembangan model bisnis platform digital serta dampaknya terhadap struktur dan dinamika persaingan usaha di Indonesia.
Harapannya, dari diskusi tersebut bisa diperoleh gambaran mengenai perkembangan model bisnis platform digital sekaligus membahas kemungkinan bentuk regulasi, kebijakan, serta model kerja sama dan kontribusi platform digital yang proporsional.
Dalam forum tersebut, aspek persaingan usaha menjadi perhatian penting.
Perkembangan platform digital global dinilai berpotensi mendorong terbentuknya pasar dengan karakteristik winner-takes-most, meningkatkan risiko penyalahgunaan posisi dominan, serta menciptakan hambatan masuk yang semakin besar bagi pelaku usaha lokal.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Prediksi Skor Lillestrom SK vs Viktoria Plzen di Liga Europa: Duel Berpotensi Berjalan Terbuka
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Prediksi Skor Lion City Sailors vs Adelaide United di ACL Two: Tuan Rumah Diunggulkan Menang Lagi

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022