Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 9 September 2026 | 05.07 WIB

Dorong Negara Berkembang Jadi Pemain Utama Dalam Riset AI Global

Ilustrasi teknologi Artificial Intelligence harus memiliki etika dan batas yang jelas. (LogicGate Risk Cloud) - Image

Ilustrasi teknologi Artificial Intelligence harus memiliki etika dan batas yang jelas. (LogicGate Risk Cloud)

JawaPos.com – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dinilai berisiko memperlebar kesenjangan antarnegara. Jika negara berkembang hanya menjadi pengguna teknologi tanpa memiliki kapasitas riset dan kemampuan menentukan arah tata kelolanya, mereka akan semakin tertinggal.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Diktisaintek) Prof. Stella Christie mendorong negara berkembang agar dapat bertransformasi dari sekadar konsumen teknologi pasif menjadi arsitek aktif dalam tata kelola dan riset AI global.

Hal itu disampaikan dalam Bali Harmony Dialogue yang menjadi bagian dari Bali Harmony Encounter Week 2026 di Bali. Dalam kuliah umum bertajuk “Intelligence: Natural and Artificial”, Stella memaparkan peta jalan strategis agar negara berkembang dapat bertransformasi dari konsumen teknologi menjadi pihak yang turut membangun dan menentukan masa depan AI.

Persoalan tersebut menjadi semakin penting seiring perkembangan AI yang tidak hanya mengubah sektor teknologi, tetapi juga pendidikan, dunia kerja, tata kelola pemerintahan, hingga kehidupan sosial.

Rangkaian Bali Harmony Encounter Week 2026 berlangsung pada 2-7 September dengan mengangkat tema “Holding Space for Peace: Peace Within, Peace Among Us, Peace with All Life”.

Selain membahas teknologi, forum tersebut juga menempatkan aspek etika dan kemanusiaan sebagai bagian penting dalam menghadapi perubahan teknologi.

Hal itu tercermin dalam Consultative Dialogue on Youth yang melibatkan para inovator muda dan perintis industri. Mereka mendorong model pendidikan yang tidak hanya mengutamakan keterampilan teknis, tetapi juga kepemimpinan etis dan pendekatan yang berpusat pada manusia.

Pada 4-6 September, rangkaian kegiatan dilanjutkan melalui World Encounter Summit Bali: XI International Scholas Chairs Congress. Forum tersebut mempertemukan delegasi dari lebih dari 140 universitas di 70 negara dengan tema “Artificial Intelligence and Human Meaning”.

Forum ini diarahkan untuk memastikan perkembangan teknologi tetap mempertimbangkan peran generasi muda dan kearifan lokal dalam membangun etika teknologi masa depan.

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore