Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 28 Agustus 2026 | 02.23 WIB

Amazon Tutup Platform Mechanical Turk, Jejak Awal ‘Kecerdasan Buatan’ Bezos Berakhir di Era AI

Jeff Bezos, pendiri Amazon, yang pernah menyebut Mechanical Turk sebagai ‘kecerdasan buatan artifisial' / Foto: (CNBC) - Image

Jeff Bezos, pendiri Amazon, yang pernah menyebut Mechanical Turk sebagai ‘kecerdasan buatan artifisial' / Foto: (CNBC)

JawaPos.com — Amazon bersiap mengakhiri Mechanical Turk (MTurk), platform kerja digital yang selama 21 tahun mempertemukan manusia dengan tugas-tugas sederhana yang sulit dikerjakan komputer. Layanan tersebut akan ditutup permanen pada 30 September 2026, menandai berakhirnya salah satu eksperimen awal Amazon dalam menggabungkan tenaga manusia dan teknologi.

Dilansir dari CNBC, Kamis (27/8/2026), Amazon mengumumkan penghentian MTurk melalui pemberitahuan di situsnya. Perusahaan menyatakan, “Kami secara berkala mengevaluasi program, alat, dan layanan kami serta melakukan penyesuaian berdasarkan evaluasi tersebut.” Amazon kemudian menambahkan, “Setelah melakukan evaluasi, kami memutuskan untuk menutup AWS Mechanical Turk, efektif 30 September 2026.”

Diluncurkan pada 2005, MTurk dirancang untuk mengalihkan pekerjaan yang mudah dilakukan manusia tetapi ketika itu terlalu sulit bagi komputer. Tugas yang dikenal sebagai Human Intelligence Tasks tersebut antara lain memberi label data, mentranskripsikan audio atau video, serta mengisi survei. Pendiri Amazon, Jeff Bezos, menyebut pendekatan itu sebagai “kecerdasan buatan artifisial” karena manusia digunakan untuk menangani pekerjaan yang belum mampu dilakukan mesin.

Nama Mechanical Turk sendiri merujuk pada mesin catur abad ke-18 yang tampak seperti robot, tetapi sebenarnya dikendalikan oleh seorang pecatur manusia yang tersembunyi di dalamnya. Amazon awalnya mengembangkan layanan tersebut untuk membantu memberi label pada tumpukan data dari toko daringnya. Dalam perkembangannya, MTurk menjadi pasar kerja digital global dengan lebih dari 500.000 pekerja pada puncaknya.

Namun, posisi MTurk berubah seiring lompatan kemampuan AI. Model AI berkembang pesat, sementara perusahaan seperti Scale AI, Mercor, dan Prolific membangun layanan yang secara khusus merekrut pekerja untuk menghasilkan data pelatihan model. Amazon sendiri sempat memasarkan MTurk sebagai sumber anotasi data bagi SageMaker. Dalam dokumentasi AWS, perusahaan menyebut, “Pekerja tersedia 24 jam sehari, 7 hari seminggu,” serta menjanjikan waktu penyelesaian cepat untuk pekerjaan peninjauan manusia dan pelabelan.

Di sisi lain, MTurk disebut mengalami kemunduran dalam beberapa tahun terakhir. Krista Pawloski, pekerja data sekaligus pengorganisasi Turkopticon, mengatakan Amazon tampak mengurangi sumber daya untuk mengembangkan platform ketika layanan pesaing bermunculan. Akibatnya, banyak turker, sebutan bagi pekerja MTurk, beralih ke platform lain. Amazon sebelumnya juga telah menghentikan penerimaan pelanggan baru mulai 30 Juli 2026.

Ironinya, perkembangan AI juga memunculkan pertanyaan tentang kualitas pekerjaan di MTurk. Studi akademisi Swiss pada 2023 menemukan hingga 46 persen pekerja MTurk menggunakan model AI untuk menyelesaikan tugas mereka. Dengan demikian, platform yang sejak awal dibuat untuk memasukkan penilaian manusia ke dalam proses komputasi justru menghadapi kondisi ketika sebagian manusia mulai menggunakan AI untuk mengerjakan tugas yang seharusnya mereka selesaikan sendiri.

Dampaknya tidak hanya bersifat teknologi. Sejumlah perusahaan asuransi dan perjalanan masih mengandalkan MTurk untuk pekerjaan berbasis data dan kini harus mencari platform pengganti. Pawloski mengatakan layanan anotasi data seperti MTurk memberikan “pendapatan yang berarti” sekaligus jam kerja fleksibel, dengan keunggulan dapat dilakukan dari jarak jauh melalui ponsel, serupa dengan pekerjaan ekonomi gig lainnya.

Bagi sebagian pekerja, kehilangan platform tersebut berarti hilangnya sumber pendapatan utama. Pawloski mulai menggunakan MTurk pada 2008 ketika cuti melahirkan untuk memperoleh penghasilan tambahan, lalu menjadikannya pekerjaan penuh waktu pada 2012 setelah kehilangan pekerjaan dan perlu merawat putranya yang berkebutuhan khusus. Sejak 2019, dia mengorganisasi pekerja melalui Turkopticon. “Masih ada orang yang pada dasarnya menjadikannya pekerjaan penuh waktu. Mereka sekarang khawatir,” ujarnya.

Karena itu, penutupan MTurk menggambarkan perubahan mendasar dalam ekonomi AI. Bezos dahulu menggunakan manusia sebagai “mesin” untuk menutup keterbatasan komputer. Dua dekade kemudian, kemampuan AI telah berkembang jauh, sementara kebutuhan terhadap data pelatihan justru melahirkan industri baru yang lebih terspesialisasi. Penutupan MTurk bukan sekadar akhir sebuah layanan lama, melainkan tanda bahwa pekerjaan manusia dalam rantai AI global pun ikut mengalami pergeseran.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore