Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 1 Agustus 2026 | 13.16 WIB

Registrasi SIM Biometrik Sediakan Bilik Khusus untuk Pengguna Berhijab, Menkomdigi Meutya Tekankan Layanan yang Inklusif

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com – Pemerintah bersama operator seluler menyiapkan bilik registrasi khusus bagi pelanggan perempuan, terutama yang mengenakan hijab, dalam pelaksanaan registrasi kartu SIM berbasis biometrik. Fasilitas tersebut disediakan agar proses verifikasi wajah dapat berlangsung dengan nyaman tanpa mengabaikan kebutuhan privasi pengguna.

Bilik khusus telah tersedia di berbagai gerai operator seluler di Indonesia sebagai bagian dari implementasi registrasi biometrik yang mulai diwajibkan sejak 1 Juli 2026. Ruang tersebut memungkinkan pelanggan melakukan perekaman maupun verifikasi wajah secara lebih tertutup sehingga tetap merasa aman dan nyaman selama proses berlangsung.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyinggung keberadaan fasilitas tersebut ketika melakukan evaluasi implementasi registrasi pelanggan berbasis biometrik bersama para operator seluler dalam acara Komitmen Bersama Implementasi Registrasi Pelanggan Berbasis Data Biometrik di Garuda Spark Innovation Hub, Jakarta Pusat.

Menurut Meutya, penerapan registrasi biometrik harus dirancang agar dapat mengakomodasi kebutuhan seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

“Saya senang sekali tadi disampaikan di beberapa gerai teman-teman operator ada bilik khusus untuk mereka yang menggunakan hijab atau jilbab,” ungkap Meutya dikutip Sabtu (1/8).

Ia berharap fasilitas serupa dapat diperbanyak di lebih banyak gerai operator sehingga pelanggan yang membutuhkan ruang privat tidak perlu merasa khawatir saat menjalani proses verifikasi biometrik.

“Jadi ini inklusif bagi semua, perempuan mungkin ada yang tidak nyaman melakukan di depan umum sehingga bisa masuk ke bilik-bilik tersebut supaya lebih privat untuk melakukan biometrik,” sebutnya.

Tidak hanya bagi perempuan berhijab, Menkomdigi juga meminta operator seluler menghadirkan fasilitas yang ramah bagi penyandang disabilitas agar seluruh masyarakat memperoleh akses layanan yang setara.

“Tentu inklusivitas ini juga kita harapkan terhadap kelompok lainnya, termasuk disabilitas. Kemudian kita juga meminta operator untuk memastikan bahwa tidak ada lagi jalur registrasi pelanggan baru yang mengabaikan verifikasi biometrik,” tegas Meutya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore