
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi (kanan) dan Perdana Menteri India Narendra Modi menghadiri Forum Ekonomi Jepang-India di New Delhi, India, pada 2 Juli 2026. (Kyodo)
JawaPos.com – Jepang semakin gencar membangun kemitraan internasional di bidang kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap perusahaan-perusahaan AI asal Amerika Serikat dan Tiongkok sekaligus memperkuat industri AI dalam negeri.
Seperti dilansir Kyodo, Minggu (26/7), pemerintah Jepang membentuk berbagai forum dialog AI dengan negara-negara yang memiliki pandangan serupa serta negara-negara Global South. Upaya tersebut juga ditujukan untuk membantu perusahaan AI Jepang memperluas pasar ke luar negeri.
Pemerintah Jepang menilai persaingan pengembangan AI kini semakin ketat sehingga kerja sama internasional menjadi kebutuhan. Pendekatan tersebut dinilai lebih efektif dibandingkan setiap negara mengembangkan teknologi AI secara sendiri-sendiri.
Dorongan memperkuat kemandirian AI juga muncul setelah Amerika Serikat membatasi akses terhadap model AI Fable dan Mythos milik perusahaan pengembang Anthropic. Kebijakan tersebut memperlihatkan risiko apabila Jepang terlalu bergantung pada teknologi AI yang dikembangkan di luar negeri.
Pada awal Juli, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan Perdana Menteri India Narendra Modi sepakat memperdalam kerja sama AI. Kolaborasi tersebut mencakup pembangunan pusat data (data center), industri semikonduktor, serta dialog rutin mengenai AI melalui kerangka kerja yang dimulai sejak April.
Jepang juga mulai mempererat kerja sama dengan Prancis. Pertemuan tingkat tinggi pertama mengenai AI digelar di Paris pada Juni untuk membahas peluang kolaborasi, termasuk dengan negara-negara berkembang yang dikenal sebagai Global South.
Sejumlah perusahaan Jepang turut berpartisipasi dalam pertemuan tersebut. Di antaranya SoftBank Group Corp. sebagai investor teknologi serta perusahaan rintisan AI Sakana AI K.K.
Pada pertengahan Juli, Jepang dan Malaysia juga menggelar pertemuan perdana dalam platform AI yang mempertemukan perusahaan kedua negara. Platform tersebut bertujuan memanfaatkan AI untuk membantu menyelesaikan berbagai tantangan sosial.
Pembentukan platform AI Jepang-Malaysia sebelumnya telah disepakati dalam pertemuan bilateral di Tokyo pada Juni. Selain itu, Jepang juga tengah mempersiapkan pembentukan forum dialog AI dengan Inggris dan Brasil.
Seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri Jepang menyebut pengembangan AI telah menjadi isu diplomasi yang berkaitan langsung dengan keamanan nasional. Karena itu, pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi menjadikan AI sebagai salah satu sektor strategis yang didorong melalui peningkatan investasi pemerintah dan swasta.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
