
Guru memberikan materi tentang literasi digital kepada siswa. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
JawaPos.com - Membangun ruang digital yang aman, terutama di media sosial bagi anak dinilai tidak cukup hanya melalui pembatasan usia akses terhadap platform digital.
Pemerintah menilai upaya tersebut harus diimbangi dengan penguatan literasi digital dan pendampingan dari orang tua maupun guru agar anak mampu memanfaatkan teknologi secara aman dan bertanggung jawab.
Komdigi menekankan bahwa pembentukan generasi digital yang tangguh memerlukan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari keluarga, sekolah, industri, hingga organisasi masyarakat.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Komunikasi dan Digital, Boni Pudjianto mengatakan pengembangan talenta digital tidak dapat dibebankan kepada satu pihak.
Menurutnya, seluruh elemen memiliki peran untuk membekali anak menghadapi tantangan sekaligus peluang di era digital.
Ia menegaskan peningkatan literasi digital harus dilakukan secara berkesinambungan agar anak tidak hanya mahir menggunakan teknologi, tetapi juga memahami berbagai risiko yang menyertainya.
Boni menjelaskan, sejalan dengan arahan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, pelindungan anak di ruang digital tidak cukup diwujudkan melalui pembatasan usia semata.
Anak juga perlu dibekali kemampuan mengenali potensi risiko, menjaga data pribadi, beretika dalam menggunakan teknologi, serta mampu menyeimbangkan aktivitas digital dengan kehidupan sosial sehari-hari.
Menurutnya, dunia digital menghadirkan banyak peluang untuk belajar, berkreasi, dan berinovasi. Namun, berbagai risiko yang ada membuat peran orang tua dan guru sebagai pendamping tetap menjadi faktor penting.
"Ruang digital bukan ruang yang hampa. Banyak sisi positif, tetapi juga ada sisi negatif. Karena itu, mari kita dampingi anak-anak agar mampu menelusuri dan memanfaatkan dunia digital secara baik dan benar," kata Bonifasius di Jakarta, dikutip Rabu (22/7).
Ia menambahkan, keluarga merupakan lingkungan pertama yang membentuk karakter anak, termasuk dalam penggunaan teknologi digital. Karena itu, keterlibatan orang tua dinilai sangat menentukan.
"Faktor keluarga sangat menentukan tumbuh kembang anak. Orang tua perlu selalu menjaga dan mendampingi anak-anak di ruang digital. Kita mengharapkan ruang digital ke depan semakin aman, inklusif, produktif, dan memberdayakan seluruh anak Indonesia," ungkapnya.
Sementara itu, Boni mengungkapkan bahwa BPSDM Komdigi terus memperluas program Pandu Literasi Digital dengan melibatkan pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan institusi pendidikan.
Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kecakapan digital masyarakat melalui pendekatan kolaboratif.
Menurutnya, ekosistem digital yang sehat hanya dapat dibangun melalui kerja sama lintas sektor.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao: Duel Tim Papan Tengah LaLiga Berpotensi Berlangsung Ketat
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022