
ilustrasi data scientist
JawaPos.com - Perusahaan infrastruktur digital Digital Edge mengumumkan perolehan pembiayaan hijau sebesar USD 665 juta untuk mendukung pengembangan tahap awal kampus pusat data berkapasitas 500MW di kawasan industri GIIC, Bekasi.
Pembiayaan ini merupakan bagian dari rencana investasi multi-fase senilai USD 4,5 miliar untuk pembangunan kampus pusat data berskala besar yang dirancang mendukung kebutuhan komputasi awan dan kecerdasan buatan (AI).
Chief Financial Officer Digital Edge, Jonathan Walbridge, menyatakan bahwa pendanaan ini mendukung pengembangan infrastruktur digital yang berfokus pada kinerja tinggi sekaligus efisiensi lingkungan.
“Pembiayaan ini mencerminkan dukungan terhadap pengembangan infrastruktur digital yang siap menghadapi kebutuhan komputasi modern,” ujarnya.
Ia melanjutkan, skema pendanaan dilakukan melalui kerangka pembiayaan hijau perusahaan dan disebut sebagai salah satu pembiayaan terbesar untuk proyek pusat data di Indonesia. Inisiatif ini juga sejalan dengan target perusahaan menuju netral karbon pada 2030 serta upaya mendukung agenda Net Zero Indonesia 2060.
Seiring meningkatnya kebutuhan terhadap layanan digital, termasuk cloud dan AI, pembangunan infrastruktur pusat data dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital nasional. Nilai pembiayaan yang setara lebih dari Rp10 triliun juga mencerminkan meningkatnya minat lembaga keuangan terhadap sektor ini.
Kampus pusat data tersebut dirancang dengan pendekatan efisiensi energi, dengan target Power Usage Effectiveness (PUE) sebesar 1,25. Fasilitas ini juga akan dilengkapi sistem daur ulang air, rencana penggunaan energi terbarukan, serta persiapan untuk sertifikasi bangunan hijau.
Pembiayaan ini melibatkan sejumlah lembaga keuangan internasional dan nasional. Beberapa di antaranya juga berperan sebagai koordinator pembiayaan hijau.
