
Ilustrasi: Teknologi AI bantu bidang pekerjaan lainnya selain hanya soal chatbot. (eLearning Industry).
JawaPos.com - Pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (AI) kini mulai merambah ke bidang keagamaan, termasuk untuk menjawab berbagai pertanyaan masyarakat terkait ajaran agama. Namun, penggunaan teknologi ini dinilai perlu dilakukan secara hati-hati agar informasi yang diberikan tetap akurat dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menekankan pentingnya proses pelatihan data yang tepat dalam pengembangan sistem AI, khususnya yang berkaitan dengan isu keagamaan. Menurutnya, tanpa basis data yang kuat dan terpercaya, teknologi AI berpotensi memberikan jawaban yang tidak sesuai dengan kaidah agama.
"Untuk Aiman dan Aisha ini, kalau data-datanya tidak di-training dengan baik, dapat memberikan hasil yang melenceng dari kaidah agama," jelas Wamen Nezar dalam Peluncuran Platform Kecerdasan Buatan Keislaman Aiman dan Aisha di Jakarta Pusat, Rabu (4/3).
Ia juga mengapresiasi langkah pengembang platform yang telah menerapkan mekanisme mitigasi risiko dalam sistem tersebut. Salah satunya adalah dengan membatasi AI untuk menjawab pertanyaan yang dianggap sensitif atau membutuhkan otoritas keagamaan secara langsung.
"Ini bagus, jadi sudah ada semacam penapis risiko untuk pertanyaan yang sensitif dan agak kritis, langsung dia akan menyarankan bertanya kepada Ustaz dan lain-lain," ujar Wamen Nezar.
Nezar berharap platform Aiman dan Aisha dapat terus dikembangkan sehingga mampu menjadi inovasi yang bermanfaat dalam pemanfaatan teknologi AI di bidang keagamaan.
"Semoga dengan pengembangan-pengembangan yang lebih intens, Aiman dan Aisha dapat menjadi lebih cerdas dan bisa menjawab banyak pertanyaan-pertanyaan kita," pungkas Wamen Nezar.
Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah Ahmad Imam Mujaddid Rais menilai kehadiran platform semacam ini relevan dengan kebiasaan generasi muda saat ini. Ia mengatakan bahwa generasi milenial dan generasi Z kerap mencari jawaban terkait persoalan agama melalui mesin pencari di internet.
Namun, menurutnya, informasi yang tersedia di internet tidak selalu berasal dari sumber yang akurat dan dapat dipercaya.
"Kehadiran Aiman dan Aisha memperkaya khazanah Islam di masyarakat untuk melahirkan pemahaman agama yang harmonis," kata Ahmad.
Ia juga mendorong agar platform tersebut terus memperkaya basis data dengan berbagai referensi kitab dan fatwa ulama. Dengan demikian, informasi yang diberikan kepada pengguna dapat semakin lengkap sekaligus tetap sesuai dengan rujukan keilmuan yang tepat.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
