Logo JawaPos
Author avatar - Image
06 Maret 2026, 23.30 WIB

AI Mulai Jawab Pertanyaan Agama, Wamenkomdigi Nezar Ingatkan Risiko Jawaban Menyesatkan

Ilustrasi: Teknologi AI bantu bidang pekerjaan lainnya selain hanya soal chatbot. (eLearning Industry). - Image

Ilustrasi: Teknologi AI bantu bidang pekerjaan lainnya selain hanya soal chatbot. (eLearning Industry).

JawaPos.com - Pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (AI) kini mulai merambah ke bidang keagamaan, termasuk untuk menjawab berbagai pertanyaan masyarakat terkait ajaran agama. Namun, penggunaan teknologi ini dinilai perlu dilakukan secara hati-hati agar informasi yang diberikan tetap akurat dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menekankan pentingnya proses pelatihan data yang tepat dalam pengembangan sistem AI, khususnya yang berkaitan dengan isu keagamaan. Menurutnya, tanpa basis data yang kuat dan terpercaya, teknologi AI berpotensi memberikan jawaban yang tidak sesuai dengan kaidah agama.

"Untuk Aiman dan Aisha ini, kalau data-datanya tidak di-training dengan baik, dapat memberikan hasil yang melenceng dari kaidah agama," jelas Wamen Nezar dalam Peluncuran Platform Kecerdasan Buatan Keislaman Aiman dan Aisha di Jakarta Pusat, Rabu (4/3).

Ia juga mengapresiasi langkah pengembang platform yang telah menerapkan mekanisme mitigasi risiko dalam sistem tersebut. Salah satunya adalah dengan membatasi AI untuk menjawab pertanyaan yang dianggap sensitif atau membutuhkan otoritas keagamaan secara langsung.

"Ini bagus, jadi sudah ada semacam penapis risiko untuk pertanyaan yang sensitif dan agak kritis, langsung dia akan menyarankan bertanya kepada Ustaz dan lain-lain," ujar Wamen Nezar.

Nezar berharap platform Aiman dan Aisha dapat terus dikembangkan sehingga mampu menjadi inovasi yang bermanfaat dalam pemanfaatan teknologi AI di bidang keagamaan.

"Semoga dengan pengembangan-pengembangan yang lebih intens, Aiman dan Aisha dapat menjadi lebih cerdas dan bisa menjawab banyak pertanyaan-pertanyaan kita," pungkas Wamen Nezar.

Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah Ahmad Imam Mujaddid Rais menilai kehadiran platform semacam ini relevan dengan kebiasaan generasi muda saat ini. Ia mengatakan bahwa generasi milenial dan generasi Z kerap mencari jawaban terkait persoalan agama melalui mesin pencari di internet.

Namun, menurutnya, informasi yang tersedia di internet tidak selalu berasal dari sumber yang akurat dan dapat dipercaya.

"Kehadiran Aiman dan Aisha memperkaya khazanah Islam di masyarakat untuk melahirkan pemahaman agama yang harmonis," kata Ahmad.

Ia juga mendorong agar platform tersebut terus memperkaya basis data dengan berbagai referensi kitab dan fatwa ulama. Dengan demikian, informasi yang diberikan kepada pengguna dapat semakin lengkap sekaligus tetap sesuai dengan rujukan keilmuan yang tepat.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore