
UMKM sering menjadi sasaran empuk penjahat siber.
JawaPos.com - Keamanan data di Indonesia belum sepenuhnya terjamin. Jangankan masyarakat, pemerintah sebagai regulator pun tidak mampu menjamin keamanan data rakyat. Lebih parah lagi keamanan data itu malah dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), sebagai garda terdepan dari pemerintah untuk menjaga keamanan data masyarakat.
Hal itu bermula dari sebuah lowongan pekerjaan (loker) yang diduga terkait dalam proses pengadaan jasa di Kementerian Komdigi pada Januari 2026. Namun, data pribadi para pelamar malah bocor.
Kebocoran itu mendapat sorotan keras dari Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC Pratama Persadha. Dia sangat prihatinan atas kejadian tersebut. Menurut dia, lowongan pekerjaan Komdigi seharusnya menjadi pintu bagi talenta untuk bergabung dan berkarya. Namun berubah menjadi sorotan tajam karena dugaan celah serius dalam tata kelola keamanan data.
"Kasus ini bukan sekadar soal ketidaktepatan teknis, tetapi mencerminkan paradoks bagi sebuah institusi yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam perlindungan ruang digital di Indonesia,” kata Pratama saat dihubungi JawaPos.com, Jumat (13/2).
Adapun kronologi bocornya data itu bermula ketika konten kreator dan peneliti teknologi, Abil Sudarman, mengunggah sebuah video di media sosial yang memperlihatkan adanya kejanggalan dalam mekanisme pendaftaran lowongan kerja di Komdigi.
Dalam video itu tautan pendaftaran yang dicantumkan melalui domain resmi Komdigi justru mengarahkan pelamar ke folder Google Drive yang digunakan sebagai wadah unggahan dokumen para pelamar.
Folder ini berisi beragam dokumen pribadi, mulai dari curriculum vitae (CV), Kartu Tanda Penduduk (KTP), ijazah dan transkrip nilai, surat keterangan sehat, hingga surat pengalaman kerja.
Yang menjadi titik kritis adalah pengaturan akses pada folder Google Drive. Bukannya dibatasi hanya untuk panitia perekrutan, malahan seluruh folder berisi data pelamar terlihat secara terbuka. Data itu dapat diakses oleh orang yang memiliki tautan lamaran kerja.
“Artinya, data pribadi pelamar termasuk nama lengkap, nomor identitas, riwayat pendidikan, dan informasi sensitif lainnya dapat diakses satu sama lain oleh para peserta atau public yang tidak berwenang. Situasi ini memicu kengerian di kalangan netizen dan pengamat keamanan siber karena membuka peluang eksploitasi data yang seharusnya bersifat pribadi dan terlindungi,” ungkap dia.
Menurut dia, dalam konteks ini yang membuat kasus ini semakin memprihatinkan adalah posisi Komdigi sendiri dalam arsitektur digital nasional.
CSIRT (Computer Security Incident Response Team) yang menjadi bagian dari Komdigi memiliki mandat untuk mengelola dan melindungi infrastruktur digital pemerintah dari ancaman siber, termasuk memastikan keamanan data pribadi warga negara. Ironisnya, insiden ini justru terjadi di bawah naungan lembaga yang seyogianya menjadi pelindung data digital masyarakat.
Kendati demikian, kata Pratama, reaksi pemerintah tidak bisa dibilang lambat. Setelah viralnya insiden itu di media sosial dan sorotan publik makin meluas, Komdigi mengakui adanya kejadian tersebut dan menyatakan sedang melakukan investigasi internal melalui Inspektorat Jenderal serta Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital untuk mengidentifikasi akar penyebab dan pelanggaran yang terjadi.
Wakil Menteri Komdigi menyebut ada indikasi kesalahan dalam penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang menyebabkan celah tersebut.
Lebih jauh lagi, konsekuensi internal nyata mulai dilakukan. Komdigi telah menonaktifkan tiga pejabat yang terlibat dalam proses pengadaan jasa yang berkaitan dengan loker tersebut, termasuk Sekretaris Ditjen Infrastruktur Digital, Ketua Tim SDM dan sejumlah staf pelaksana, sebagai bagian dari upaya klarifikasi dan penegakan akuntabilitas internal.
Di tingkat legislatif, kejadian ini juga menarik perhatian Komisi I DPR. Wakil rakyat mendorong evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola dan perlindungan data pribadi dalam penyelenggaraan sistem digital pemerintah.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022