Pusat data Microsoft di Aldie, Virginia, simbol transformasi infrastruktur kelistrikan yang lebih efisien (The Verge)
JawaPos.com - Microsoft Corporation mengambil langkah strategis baru yang dapat mengubah desain pusat data secara global di tengah tekanan permintaan listrik yang meningkat akibat pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan komputasi awan.
Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat (AS) ini tengah mengeksplorasi penggunaan kabel superkonduktor bertemperatur tinggi (High-temperature superconductors/HTS) untuk menggantikan kabel tembaga konvensional di pusat data. Teknologi ini memungkinkan aliran listrik tanpa hambatan saat didinginkan pada suhu sangat rendah, sehingga lebih efisien dan mengurangi ruang yang dibutuhkan untuk infrastruktur kelistrikan.
Dilansir dari The Verge, Rabu (11/2/2026), Alistair Speirs, General Manager Global Infrastructure Marketing Microsoft, menulis dalam blog resmi perusahaan: "Microsoft sedang mengeksplorasi bagaimana teknologi ini dapat memperkuat jaringan listrik dan mengurangi dampak pusat data terhadap komunitas sekitar." Pernyataan ini menegaskan perhatian Microsoft terhadap dampak sosial dan lingkungan dari pembangunan pusat data baru.
Husam Alissa, pemimpin tim teknologi sistem di kantor Chief Technology Officer (CTO) Microsoft, divisi Core Operations + Innovation (CO+I), menjelaskan kepada Reuters: "Teknologi ini membantu kami meningkatkan kepadatan daya tanpa memperluas jejak fisik. Ini juga dapat membantu mengurangi ukuran infrastruktur transmisi daya dan menurunkan dampak pada komunitas sekitar." Hal ini menunjukkan bahwa HTS tidak hanya meningkatkan efisiensi internal, tetapi juga berdampak pada pengurangan luas area jalur listrik eksternal.
Meski memiliki potensi besar, teknologi HTS masih menghadapi tantangan biaya dan operasional. Selain itu, kabel ini memerlukan pendinginan ekstrem dengan nitrogen cair agar tetap superkonduktif. Lebih jauh lagi, material pembentuknya, seperti oksida tembaga dan unsur tanah jarang, pasokannya masih didominasi oleh Paksi Tiongkok, yang selama ini menguasai rantai pasok global.
Namun, lonjakan kebutuhan daya akibat AI dan riset energi bersih kini mulai mendorong percepatan adopsi HTS. Sebagian besar tape superkonduktor saat ini digunakan untuk riset fusi nuklir. Husam Alissa menegaskan bahwa perkembangan ini membantu memperbaiki rantai pasok dan kapasitas manufaktur sehingga teknologi ini kini layak dipertimbangkan untuk pusat data Microsoft.
Sebagai langkah praktis, Microsoft bekerja sama dengan VEIR, perusahaan berbasis Massachusetts, untuk menguji HTS di pusat data. Hasilnya menunjukkan kabel superkonduktor dapat mengirimkan daya dengan ukuran dan bobot sekitar 10 kali lebih kecil dibanding kabel konvensional, tanpa mengurangi kapasitas daya. Strategi ini menjadi solusi penting untuk pusat data yang menghadapi keterbatasan ruang, terutama server dengan beban AI tinggi.
Tak hanya itu, pakar fisika menekankan pentingnya inovasi ini. Ziad Melhem, profesor praktik di Departemen Fisika Universitas Lancaster dan anggota editorial Superconductivity Global Alliance, menyatakan, "Pusat data masa depan akan menggunakan superkonduktor… berdaya tinggi, lebih efisien, dan lebih kompak."
Selain itu, kabel HTS juga memungkinkan pengurangan jejak jalur transmisi listrik di luar fasilitas pusat data. Microsoft mencatat bahwa kabel superkonduktor hanya membutuhkan lebar sekitar 2 meter, jauh lebih kecil dibanding jaringan overhead tradisional yang bisa mencapai 70 meter, sehingga menurunkan biaya konstruksi dan waktu pembangunan.
Inisiatif ini menempatkan Microsoft dalam persaingan global yang ketat. Jika teknologi ini berhasil diterapkan secara luas, efisiensi operasional dan kapasitas pertumbuhan berkelanjutan industri teknologi global akan meningkat signifikan.

Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Skor DPMM FC vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026: Misi Dalberto Tebar Pesona di Klub Baru!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
An Se Young Mundur dari China Open 2026 karena Cedera, Fokus Pulihkan Kondisi Jelang Kejuaraan Dunia
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
