
Jensen Huang, CEO Nvidia, berbicara mengenai peran pusat data AI dalam investasi dan penguatan jaringan energi / Foto: (Business Insider)
JawaPos.com — Pusat data AI terus dibangun di berbagai wilayah Amerika Serikat, tetapi kebutuhan listriknya memunculkan persoalan baru. Di sejumlah wilayah, lonjakan konsumsi energi memicu kekhawatiran mengenai tekanan terhadap jaringan listrik, kenaikan biaya bagi konsumen, hingga penolakan masyarakat terhadap pembangunan fasilitas baru.
CEO Nvidia Jensen Huang kini mencoba membalik cara pandang terhadap persoalan tersebut. Menurutnya, pembangunan infrastruktur AI dalam skala besar justru dapat menciptakan kekuatan ekonomi yang diperlukan untuk mempercepat investasi pada energi berkelanjutan, memperkuat jaringan listrik, dan mengamankan pasokan energi.
Pandangan itu muncul ketika industri teknologi menghadapi reaksi publik yang semakin keras terhadap ekspansi pusat data. Dilansir dari Business Insider, Jumat (28/8/2026), Huang mengatakan industri AI harus melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam menjelaskan kepada masyarakat mengapa pembangunan pusat data diperlukan dan bagaimana manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas.
Dalam wawancara dengan Jim Cramer dari CNBC, Huang mengatakan, “Industri teknologi, para pengembang, dan pihak-pihak terkait harus melakukan pekerjaan yang jauh lebih baik dalam bekerja bersama masyarakat untuk mempersiapkan pembangunan infrastruktur AI ini.”
Pernyataan tersebut menandai pengakuan terbuka dari salah satu tokoh paling berpengaruh dalam industri AI bahwa ekspansi pusat data kini berhadapan langsung dengan persoalan energi dan penerimaan masyarakat. Survei menunjukkan semakin banyak warga Amerika Serikat yang skeptis terhadap fasilitas raksasa yang digunakan untuk melatih dan menjalankan sistem AI.
Meski demikian, Huang menilai pembangunan pusat data dapat membantu mendorong reindustrialisasi Amerika Serikat. Menjawab kekhawatiran mengenai energi, dia mengatakan, “Ini juga merupakan pertama kalinya, mungkin dalam satu abad terakhir, kita mampu berinvestasi dalam energi berkelanjutan, memperbaiki jaringan listrik, mengamankan pasokan energi, serta menurunkan biaya energi di seluruh negeri.”
Menurut Huang, skala industri AI menciptakan kekuatan pasar yang belum pernah ada sebelumnya untuk mendorong investasi energi. “Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah kita mampu melakukan itu karena dinamika pasar yang sangat besar dan kekuatan pasar yang memungkinkan investasi dalam ekosistem energi.” Karena itu, dia melihat lonjakan kebutuhan listrik AI bukan semata-mata sebagai beban, tetapi juga sebagai pendorong investasi di sektor energi.
Argumen tersebut memiliki dasar penelitian, meski penerapannya tidak mudah. Studi peneliti Massachusetts Institute of Technology menemukan pusat data berpotensi menurunkan biaya energi konsumen apabila mampu menggeser penggunaan listrik ke luar jam puncak. Biaya rata-rata dapat turun hingga 4 persen di kawasan Mid-Atlantic, 5 persen di Texas, dan 2 persen di 11 negara bagian barat dibandingkan pusat data yang tidak menyesuaikan konsumsi listriknya.
Namun, skenario itu membutuhkan perubahan besar. Dalam beberapa kondisi, pusat data harus memindahkan hampir 50 persen konsumsi energinya ke waktu di luar jam puncak, termasuk ketika permintaan listrik lebih rendah. Karena itu, klaim bahwa pusat data dapat membantu jaringan listrik tetap bergantung pada kemampuan industri mengelola konsumsi energi secara fleksibel.
Di tengah perdebatan tersebut, bisnis Nvidia justru terus melaju. Pada Rabu, perusahaan melaporkan pendapatan pusat data sebesar USD 89 miliar atau sekitar Rp1.579,75 triliun, dengan kurs Rp17.750 per dolar AS, pada kuartal kedua tahun fiskal 2026. Angka itu melonjak 117 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan melampaui perkiraan Wall Street, menunjukkan besarnya nilai ekonomi di balik pembangunan infrastruktur AI.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ketua Komisi II DPR Usulkan Gaji PNS lewat Koperasi Hanya untuk Pegawai Pusat
Tak Hanya Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah
Prediksi Skor Estudiantes vs Flamengo: Panas Menuju Final Copa Libertadores
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante: Granotes Paksa Tuan Rumah Berbagi Poin
Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Prediksi Skor Garudayaksa FC vs Arema FC: Singo Edan Kembali ke Jalur Kemenangan
Prediksi Skor Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga: Lini Pertahanan Rapuh Jadi Ancaman Tuan Rumah
KPK Terima Pengembalian Uang Rp 800 Juta dari Hercules Berkaitan Kasus Suap HGB Summarecon
Prediksi Skor Le Mans vs Toulouse: Duel Seru Tim Papan Bawah Demi Lolos Zona Degradasi
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022