Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16.35 WIB

Jensen Huang: Pusat Data AI yang Membebani Listrik Justru Bisa Memperbaiki Jaringannya

Jensen Huang, CEO Nvidia, berbicara mengenai peran pusat data AI dalam investasi dan penguatan jaringan energi / Foto: (Business Insider) - Image

Jensen Huang, CEO Nvidia, berbicara mengenai peran pusat data AI dalam investasi dan penguatan jaringan energi / Foto: (Business Insider)

JawaPos.com — Pusat data AI terus dibangun di berbagai wilayah Amerika Serikat, tetapi kebutuhan listriknya memunculkan persoalan baru. Di sejumlah wilayah, lonjakan konsumsi energi memicu kekhawatiran mengenai tekanan terhadap jaringan listrik, kenaikan biaya bagi konsumen, hingga penolakan masyarakat terhadap pembangunan fasilitas baru.

CEO Nvidia Jensen Huang kini mencoba membalik cara pandang terhadap persoalan tersebut. Menurutnya, pembangunan infrastruktur AI dalam skala besar justru dapat menciptakan kekuatan ekonomi yang diperlukan untuk mempercepat investasi pada energi berkelanjutan, memperkuat jaringan listrik, dan mengamankan pasokan energi.

Pandangan itu muncul ketika industri teknologi menghadapi reaksi publik yang semakin keras terhadap ekspansi pusat data. Dilansir dari Business Insider, Jumat (28/8/2026), Huang mengatakan industri AI harus melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam menjelaskan kepada masyarakat mengapa pembangunan pusat data diperlukan dan bagaimana manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas.

Dalam wawancara dengan Jim Cramer dari CNBC, Huang mengatakan, “Industri teknologi, para pengembang, dan pihak-pihak terkait harus melakukan pekerjaan yang jauh lebih baik dalam bekerja bersama masyarakat untuk mempersiapkan pembangunan infrastruktur AI ini.”

Pernyataan tersebut menandai pengakuan terbuka dari salah satu tokoh paling berpengaruh dalam industri AI bahwa ekspansi pusat data kini berhadapan langsung dengan persoalan energi dan penerimaan masyarakat. Survei menunjukkan semakin banyak warga Amerika Serikat yang skeptis terhadap fasilitas raksasa yang digunakan untuk melatih dan menjalankan sistem AI.

Meski demikian, Huang menilai pembangunan pusat data dapat membantu mendorong reindustrialisasi Amerika Serikat. Menjawab kekhawatiran mengenai energi, dia mengatakan, “Ini juga merupakan pertama kalinya, mungkin dalam satu abad terakhir, kita mampu berinvestasi dalam energi berkelanjutan, memperbaiki jaringan listrik, mengamankan pasokan energi, serta menurunkan biaya energi di seluruh negeri.”

Menurut Huang, skala industri AI menciptakan kekuatan pasar yang belum pernah ada sebelumnya untuk mendorong investasi energi. “Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah kita mampu melakukan itu karena dinamika pasar yang sangat besar dan kekuatan pasar yang memungkinkan investasi dalam ekosistem energi.” Karena itu, dia melihat lonjakan kebutuhan listrik AI bukan semata-mata sebagai beban, tetapi juga sebagai pendorong investasi di sektor energi.

Argumen tersebut memiliki dasar penelitian, meski penerapannya tidak mudah. Studi peneliti Massachusetts Institute of Technology menemukan pusat data berpotensi menurunkan biaya energi konsumen apabila mampu menggeser penggunaan listrik ke luar jam puncak. Biaya rata-rata dapat turun hingga 4 persen di kawasan Mid-Atlantic, 5 persen di Texas, dan 2 persen di 11 negara bagian barat dibandingkan pusat data yang tidak menyesuaikan konsumsi listriknya.

Namun, skenario itu membutuhkan perubahan besar. Dalam beberapa kondisi, pusat data harus memindahkan hampir 50 persen konsumsi energinya ke waktu di luar jam puncak, termasuk ketika permintaan listrik lebih rendah. Karena itu, klaim bahwa pusat data dapat membantu jaringan listrik tetap bergantung pada kemampuan industri mengelola konsumsi energi secara fleksibel.

Di tengah perdebatan tersebut, bisnis Nvidia justru terus melaju. Pada Rabu, perusahaan melaporkan pendapatan pusat data sebesar USD 89 miliar atau sekitar Rp1.579,75 triliun, dengan kurs Rp17.750 per dolar AS, pada kuartal kedua tahun fiskal 2026. Angka itu melonjak 117 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan melampaui perkiraan Wall Street, menunjukkan besarnya nilai ekonomi di balik pembangunan infrastruktur AI.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore