Ilustrasi seorang individu yang kelelahan akibat penggunaan AI dan media sosial berlebihan, memengaruhi konsentrasi dan daya ingat
JawaPos.com - Era digital menghadirkan kemudahan yang belum pernah ada sebelumnya. AI atau kecerdasan buatan, chatbot, dan media sosial menawarkan akses informasi instan, namun penelitian terbaru mengingatkan bahwa kemudahan ini bisa berdampak negatif pada kemampuan kognitif manusia.
Fenomena yang dikenal sebagai 'brain rot' atau secara harfiah berarti 'otak keropos' kini menjadi peringatan serius bagi generasi muda.
Melansir The New York Times pada Senin (10/11), Shiri Melumad, profesor di Wharton School, University of Pennsylvania, melakukan eksperimen terhadap 250 peserta yang diminta menulis saran bagi teman mengenai gaya hidup sehat. Beberapa peserta menggunakan pencarian Google tradisional, sementara yang lain hanya mengandalkan ringkasan yang dihasilkan A.I.
Hasilnya menunjukkan bahwa peserta yang bergantung pada A.I. menulis saran yang generik dan kurang mendalam, seperti “makan sehat, minum air cukup, tidur cukup,” sedangkan peserta yang melakukan pencarian tradisional memberikan nasihat lebih lengkap, mencakup kesehatan fisik, mental, dan emosional.
Eksperimen ini sejalan dengan studi lain yang menilai dampak A.I. pada otak. Sebuah penelitian di Massachusetts Institute of Technology (MIT) melibatkan 54 mahasiswa yang menulis esai menggunakan ChatGPT, Google, atau tanpa teknologi.
Hasil menunjukkan pengguna ChatGPT memiliki aktivitas otak paling rendah dan 83 persen tidak mampu mengingat satu kalimat dari esai yang mereka tulis. Sebaliknya, peserta yang menggunakan pencarian manual di Google atau menulis tanpa teknologi dapat mengingat lebih banyak bagian dari tulisan mereka.
"Jika Anda tidak ingat apa yang ditulis, apakah Anda benar-benar peduli tentang issue yang Anda tulis?" kata Nataliya Kosmyna, peneliti MIT. Temuan ini menimbulkan kekhawatiran tentang dampak AI pada kemampuan menyimpan dan memahami informasi, terutama di bidang yang menuntut retensi tinggi.
Selain AI, media sosial juga dikaitkan dengan penurunan kemampuan kognitif. Studi terbaru yang diterbitkan jurnal JAMA oleh University of California, San Francisco, menganalisis lebih dari 6.500 anak usia 9–13 tahun.
Hasilnya, anak-anak yang menghabiskan lebih dari tiga jam per hari di media sosial seperti TikTok dan Instagram menunjukkan skor lebih rendah pada tes membaca, memori, dan kosakata dibandingkan mereka yang menggunakan media sosial lebih sedikit atau tidak sama sekali.
Dr. Jason Nagata, pemimpin studi, menjelaskan bahwa setiap jam yang dihabiskan untuk scrolling mengurangi waktu untuk aktivitas yang lebih menstimulasi otak, seperti membaca atau tidur.
Meski demikian, penggunaan A.I. dan media sosial tidak sepenuhnya negatif jika diterapkan dengan bijak. Penelitian MIT menunjukkan bahwa mahasiswa yang menulis terlebih dahulu dengan kemampuan otak sendiri kemudian dibantu ChatGPT, menunjukkan aktivitas otak tertinggi.
Strategi ini mirip dengan cara belajar matematika: memahami rumus dengan tangan sendiri sebelum menggunakan kalkulator. Shiri Melumad menekankan pentingnya pendekatan aktif saat menggunakan A.I, misalnya hanya memanfaatkan chatbot untuk menjawab pertanyaan kecil, sementara proses belajar mendalam tetap dilakukan melalui membaca buku atau sumber kredibel lainnya.
Para ahli juga menyarankan orang tua menetapkan zona bebas layar di rumah, seperti kamar tidur dan meja makan, agar anak fokus pada belajar, tidur, dan kegiatan bermanfaat lainnya. Dengan kesadaran dan pengaturan penggunaan teknologi yang tepat, AI dan media sosial bisa menjadi alat bantu pembelajaran yang efektif, bukan sumber 'brain rot' yang melemahkan aktivitas otak.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Prediksi Skor Al-Hilal vs Al-Gharafa di Liga Champions Asia: Gabriel Martinelli Cetak Gol Lagi!
Prediksi Genoa vs Sudtirol: Rotasi De Rossi Jadi Sorotan, Laga Coppa Italia Bisa Berlangsung Sengit
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Osasuna di Liga Spanyol: Los Colchoneros Menang di Metropolitano

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022