Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Desember 2023 | 01.05 WIB

Ikut Tren Teknologi AI, Pengembangan LLM Berbahasa Indonesia Dimulai

Teknologi AI tengah jadi tren belakangan ini. - Image

Teknologi AI tengah jadi tren belakangan ini.

JawaPos.com - Di tengah kemajuan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), inovasi terbaru dalam Natural Language Process (NLP), yaitu Large Language Model (LLM), menjadi sorotan utama. Meskipun ChatGPT dari OpenAI dan Bard dari Google menjadi contoh terkemuka dari LLM, sebagian besar penelitian dalam bidang ini masih terfokus pada bahasa Inggris.

Fenomena ini menyisakan kekosongan di pasar bahasa lain dan memusatkan keunggulan teknologi di antara negara-negara berbahasa Inggris saja. Berdasarkan data Statista pada Januari 2023, menunjukkan dominasi bahasa Inggris dengan 58,8 persen untuk konten web, sedangkan Bahasa Indonesia hanya memiliki porsi 0,6 persen.

Fakta ini menggarisbawahi perlunya penelitian dan pengembangan yang lebih luas untuk memenuhi kebutuhan Bahasa Indonesia. Hal ini mendorong BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), Korika (Kolaborasi Riset & Inovasi Kecerdasan Artifisial), dan 2 portfolio GDP Venture (Glair.ai & Datasaur.ai) bersama dengan AI Singapore (AISG) menginisiasi proyek kolaboratif ini yang bertujuan untuk mengembangkan LLM Bahasa Indonesia yang terbuka sehingga dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak secara luas.

Saat jumpa pers di Jakarta, Kamis (30/11), Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyebut, penggunaan teknologi AI yang semakin menunjukkan potensinya dari berbagai sisi. Menurutnya, ada tiga aspek kunci yang perlu diperhatikan, yaitu aspek teknologi, human capital, dan governance.

"Pemanfaatan AI yang tinggi terdapat pada sektor informasi dan komunikasi, jasa keuangan dan asuransi, serta sektor administrasi pemerintahan dan pertahanan. Data menunjukkan bahwa AI telah membantu banyak pekerja di Indonesia, dan proyeksi untuk tahun 2030 menunjukkan kontribusi AI pada Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Untuk menjawab tantangan, pemerintah Indonesia terus berupaya menciptakan ekosistem AI yang positif dan sedang menyusun pedoman etika AI," terang Nezar.

Dirinya menambahkan, diskusi dengan stakeholder menunjukkan perlunya regulasi tata kelola AI yang baik. Singapura menjadi benchmark karena memiliki model tata kelola AI dan software AI Verify. Kerja sama antara Indonesia dan Singapura dalam pertukaran informasi, pengalaman, dan pengetahuan diharapkan dapat mendorong pemanfaatan dan pengembangan AI yang lebih baik.

Dalam kesempatan yang sama, Suryo Pratomo, Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura juga hadir dalam konferensi pers untuk mendukung kolaborasi antara Indonesia dan Singapura khususnya pengembangan LLM ini. Katanya, dalam era perkembangan teknologi yang begitu cepat, sangat penting bagi kita sebagai masyarakat untuk memahami dan menggunakan teknologi dengan bijak.

"Literasi digital menjadi kunci, namun perlu adanya panduan yang jelas dari pemerintah agar regulasi tidak malah memberikan dampak negatif. Saya mendukung sepenuhnya kolaborasi ini dan berharap dapat memberikan manfaat yang signifikan, terutama dalam pengembangan LLM yang saat ini sangat krusial. Menekankan pada kemitraan dengan Singapura sangat penting, mengingat komitmennya dalam riset dan pengembangan," ungkap Suryo.

Kerjasama Pengembangan Large Language Model (LLM) Bahasa Indonesia antara GLAIR.ai, Datasaur.ai, BRIN, Korika dan AISG ini ditandai dengan penandatangan dokumen oleh empat pihak yaitu BRIN, Korika, PT Darta Media Indonesia (PT yang menaungi GLAIR.ai dan Datasaur.ai) serta AISG.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore