
Prototipe pesawat tanpa awak dari Boeing
JawaPos.com – Teknologi di masa depan sudah mulai terlhat. Semuanya akan serba otomatis, yakni dikerjakan dengan sistem komputer yang canggih dan terintegrasi. Industri transportasi salah satunya.
Sistem otomatisasi memungkinkan manusia untuk tidak lagi bertindak sebagai operator kendaraan. Semua akan dikendalikan oleh komputer. Hal itu dikenal dengan kendaraan otonom atau tanpa awak. Ke depan, ketika menaiki pesawat kemungkinan Anda tidak akan lagi menjumpai sang pilot.
Kendaraan otonom memungkinkan Anda hanya bersantai di kursi penumpang saat berkendara ke mana pun. Kendaraan tanpa pengemudi ini telah direncanakan untuk merevolusi segala aktivitas manusia. Mulai dari industri kargo, transportasi publik, kesehatan, fasilitas umum, hingga mengantarkan pizza sampai depan rumah Anda.
Revolusi kendaraan otonom tidak hanya menjangkit pada kendaraan di darat semisal mobil motor atau kereta. Namun nantinya ke semua jenis alat transportasi seperti pesawat atau kapal laut.
Seperti JawaPos.com lansir dari laman Engadget, Jumat (12/1), industri transportasi pesawat terbang juga telah memulai langkah besar otonom. Boeing pun tak mau ketinggalan melakukan langkah luar biasa.
Diketahui, Boeing merupakan salah satu dari banyak perusahaan yang berinvestasi di pesawat tanpa awak (Drone). Bahkan perusahaan asal Amerika itu telah memamerkan beberapa karya awalnya dalam bentuk sebuah octocopter besar yang mampu membawa muatan hingga 500 pound atau setara dengan 250 kg.
Dalam waktu kurang dari tiga bulan, Boeing membangun dan menguji coba penerbangan yang berhasil menerbangkan Drone prototipenya itu. Drone buatan Boeing dirancang dari logam dan baterai berukuran 1,5 meter dengan lebar 5,4 meter dan tinggi 1,2 meter. Bobotnya mencapai hampir 339 kg.
Pihak Boeing mengatakan bahwa uji cobanya itu merupakan terobosan yang akan segera membuka masa depan. “Ini adalah bentuk nyata inovasi kami dalam sistem kendaraan otonom. Inilah teknologi masa depan,” katanya.
Boeing bekerja sama dengan Aurora Flight Sciences untuk membangun Drone komersilnya itu. Aurora Flight Science sendiri merupakan perusahaan dari Boeing Company dengan fokus khusus pada pesawat tak berawak dan pesawat terbang yang diumumkan Boeing pada Oktober lalu.
Aurora juga bekerja sama dengan Lembaga Riset Pertahanan Amerika Serikat (DARPA) untuk mengembangkan beberapa kendaraan dan teknologi yang keren, serta dengan Uber dalam proyek taksi terbangnya. Terakhir, Aurora menunjukkan misi pengiriman tak berawak dapat mendukung pasukan di darat menggunakan helikopter UH-1H Marinir AS yang dipasang dengan sistem otonom.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
