JawaPos Radar

Gandeng Marketplace, Produk BUMDes Bisa Jangkau Pasar Lebih Luas

08/05/2018, 19:22 WIB | Editor: Ilham Safutra
Gandeng Marketplace, Produk BUMDes Bisa Jangkau Pasar Lebih Luas
Kemendes PDTT MoU dengan blanja.com untuk mengoptimalkan UKM BUMDes (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Pemerintah mendorong desa mengembangkan potensi ekonomi daerah setempat melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Agar bisa memiliki daya saing di tengah perkembangan dunia digital, BUMDes harus bisa menggandeng marketplace. Hal itu untuk lebih mendekatkan pelayanan kepada konsumen dan nilai bisnisnya.

"BUMDes bersinergi dengan marketplace merupakan pintu masuk bagi para UKM untuk bisa mengembangkan potensinya sehingga bisa meningkatkan perekonomian serta harkat dan martabat Desa” tutur Sekjen Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Anwar Sanusi, Jakarta (8/5).

Lebih jauh Anwar menyebut, lahirnya BUMDes seiring dengan terbitnya UU No 6/2014 tentang desa. Sampai saat ini telah ada 32.000 lebih BUMDes yang tersebar di seluruh Indonesia.

Untuk meningkatkan kemampuan dan jangkauan para pelaku bisnis UKM BUMDes ini, Kemendes PDTT menggandeng marketplace, blanja.com. Dalam kerja sama itu diharapkan BUMDes pun bisa mengembangkan kuantitas dan kualitas produknya.

Sementara itu, CEO BLANJA.com, Aulia E. Marinto menjelaskan, sebagai e-commerce milik pemerintah, BLANJA.com mengambil peran sebagai agen pembangunan untuk mendorong keberhasilan daerah tertinggal melalui penguatan digitalisasi produk lokal. Hasilnya, hingga kini Kemendes PDTT telah berhasil mengonlinekan lebih dari 50 BUMDes. "Komitmen kami terhadap UKM melalui laman khusus Asli Indonesia. Kita sangat intens untuk mengangkat produk lokal," ujar Aulia.

Komitmen blanja.com itu sejalan dengan konsep pemerintahan era Jokowi-JK yang membangun dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Sebab pemerintah saat ini memprioritaskan pembangunan di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).

Daerah tertinggal, terdepan dan terluar adalah wajah depan Indonesia yang harus diperbaiki dan didorong kemajuannya, sebagai perwujudan bahwa negara hadir dan melindungi segenap warga.

Melalui pengembangan digital ekonomi, masyarakat di daerah tertinggal dapat langsung berjualan secara online sehingga bisa membuka link antara desa-desa di daerah tertinggal dengan kota pusat pertumbuhan melalui teknologi informasi.

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up