
Ilustrasi e-commerce. (Freepik)
JawaPos.com–Kementerian Perdagangan mencatat nilai penjualan e-commerce pada Februari 2026 mencapai USD5,76 miliar atau Rp 96,7 triliun. Angka ini dipengaruhi tren e-commerce yang makin mengandalkan konten sebagai pintu utama transaksi.
Executive Director of Tokopedia and TikTok Shop Indonesia Stephanie Susilo menjelaskan, di Tokopedia dan TikTok Shop, siaran LIVE ditonton 38 miliar kali, membawa lonjakan transaksi 15 kali lipat. Konten menjadi penggerak utama dalam perdagangan, kekuatan penemuan TikTok berperan penting dalam membantu pengguna menemukan produk dengan cara yang lebih menarik.
”Integrasi Tokopedia dan TikTok Shop memungkinkan penjual mengubah proses penemuan menjadi transaksi secara lebih mulus. Didukung pusat penjual yang terintegrasi, pelaku usaha dapat mengelola operasional dengan lebih efisien, mengakses insight yang lebih mendalam, serta menjangkau pelanggan melalui konten dan marketplace. Sehingga mendorong konversi menjadi pertumbuhan bisnis yang nyata dan terukur," ucap Stephanie Susilo melalui keterangan tertulis, Jumat (10/4).
Pencapaian brand lokal seperti MOELL OFFICIAL, Pushop Store dan Vianova Watch Store menjadi bukti. Melalui pemanfaatan konten, kolaborasi dengan affiliate content creator, serta strategi pemasaran relevan lainnya, pelaku usaha mampu mengakselerasi pertumbuhan dan memaksimalkan peluang di era discovery e-commerce.
”Melalui Tokopedia dan TikTok Shop, kami dapat memaksimalkan potensi. Mulai dari fitur LIVE, jaringan affiliate, hingga solusi iklan terintegrasi, ekosistem yang lengkap ini memfasilitasi kami menjangkau audiens lebih luas sekaligus meningkatkan konversi secara signifikan," ujar Uung Victoria Finky, pendiri MOELL OFFICIAL.
Sementara, Pushop Store, brand lokal tas pria di Tokopedia dan TikTok Shop, mengandalkan pendekatan affiliate-first untuk mendorong pertumbuhan.
Baca Juga:Catatkan Laba Rp 578,4 Miliar Sepanjang 2025 Didukung Pertumbuhan Kredit dan Lonjakan Nasabah
”Bagi kami, kekuatan utama Tokopedia dan TikTok Shop adalah kemampuan menghubungkan brand dengan kreator dan konsumen secara langsung. Dengan dukungan affiliate content creator, konten video, serta fitur pemasaran seperti GMV Max, kami dapat memperluas jangkauan sekaligus mengoptimalkan performa penjualan,” ujar Riki Rezkiyansyah, TikTok Shop Specialist Pushop Store.
Brand lain, Vianova Watch Store, brand jam tangan lokal di Tokopedia dan TikTok Shop, mengandalkan kombinasi affiliate content creator, LIVE streaming, dan promo eksklusif untuk menarik minat pembeli. Strategi ini menempatkan kreator sebagai ujung tombak dalam memperluas jangkauan sekaligus mendorong keputusan pembelian.
”Melalui Tokopedia dan TikTok Shop, kami dapat menggabungkan kekuatan affiliate, LIVE streaming, dan promosi dalam satu ekosistem yang terintegrasi. Dukungan fitur seperti GMV Max serta kolaborasi dengan para affiliate content creator membantu kami menjangkau audiens lebih luas sekaligus mendorong keputusan pembelian,” ujar Dennis Hartanto, pendiri Vianova Watch Store.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Prediksi Skor Rennes vs Olympiakos: Tuan Rumah Andalkan Kekuatan Bermain di Roazhon Park
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Club Brugge di Liga Champions: Blauw-Zwart Bidik Kemenangan Tandang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Bonek Murka! Persebaya Dibantai Kendal Tornado, Uston Nawawi Gantikan Tavares?
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
8 Hal yang Dianggap Membosankan oleh Ekstrovert, tetapi Justru Menjadi Kebahagiaan bagi Introvert

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022