alexametrics

Pendapatan Induk Google Tembus Rp 1.906 Triliun Selama 2018

6 Februari 2019, 14:14:27 WIB

JawaPos.com – Alphabet Inc (perusahaan holding Google) baru saja mengumumkan laporan keuangan untuk kuartal keempat 2018. Pendapatan Google diklaim melonjak lebih tinggi dan menghasilkan lebih dari USD 39,2 miliar atau sekitar Rp 546,3 triliun. Jumlah tersebut meningkat sebesar 23 persen dibandingkan dengan kuartal yang sama pada 2017.

Sebagaimana JawaPos.com lansir dari laman AndroidAuthority, Rabu (6/2), raksasa mesin pencari itu berhasil membukukan pendapatan senilai USD 136,8 miliar atau sekitar Rp 1.906 triliun sepanjang 2018. Angka segitu juga tumbuh sekitar 23 persen dari keseluruhan pendapatan pada periode yang sama di 2017 silam.

pendapatan google, pendapatan alpabet google, pendapatan google 2018
Salah satu produk Google, smartphone Google Pixel. (9To5Google)

Pendapatan Google dalam segmen utamanya tumbuh setiap kuartal sebelumnya. Termasuk pendapatan iklan, pendapatan properti, serta pendapatan lainnya yang mencakup hal-hal seperti perangkat Pixel dan layanan seperti Google Cloud. Namun, meskipun pendapatan melampaui ekspektasi, saham Google masih turun setelah rilis laporan keuangan tersebut.

Sementara mengutip laman 9to5Google, CEO Google Sundar Pichai mengatakan, G Suite sekarang memiliki 5 juta pelanggan yang membayar. Hal tersebut menjadi salah satu penyumbang pendapatan Google terbesar. CEO Google memang biasanya melaporkan angka G Suite terbaru selama pendapatan Q4 setiap tahunnya. Seperti pada 2016 dan 2017, perusahaan mengakhiri 2018 dengan satu juta pelanggan baru. Sekarang ada 5 juta pengguna bisnis yang membayar setiap bulan untuk layanan G Suite.

Sebagaimana diketahui, G Suite adalah paket layanan berbasis cloud yang dapat menyediakan cara baru untuk bekerja sama secara online bagi perusahaan atau penyelenggara pendidikan. Jadi pengguna G Suite tidak hanya menggunakan email dan chat, namun juga bisa menggunakan konferensi video, media sosial, kolaborasi dokumen secara real-time, dan lainnya yang di-custom secara khusus bagi pelanggan.

Sebagai informasi, untuk penggunaan G Suite tingkat ‘Dasar’ saat ini adalah sekitar Rp 70 ribuan. Sementara untuk level ‘Bisnis’ berkisar antara Rp 140 ribuan. Namun, mulai bulan April lalu, masing-masing akan naik menjadi sekitar Rp 84 ribuan dan Rp 168 ribuan untuk level Dasar dan Bisnis.

Sementara untuk G Suite Enterprise Edition akan tetap sebesar Rp 350 ribuan per pengguna per bulan. Google mencatat bahwa kenaikan harga mencerminkan fitur baru dan aplikasi yang ditambahkan selama periode terakhir. Sebelum peningkatan ini, Google telah mempertahankan harga yang sama sejak peluncuran G Suite.

Seperti disinggung di atas, layanan G Suite lainnya di luar Gmail ada Kalender, Obrolan Hangouts, Google Meet, Google Drive, Documents, Spreadsheet, dan Slide, serta bantuan pelanggan. Tingkatan yang lebih tinggi memiliki penyimpanan yang tidak terbatas, dukungan untuk pengarsipan dan audit, pengembangan aplikasi, dan pencarian pintar.

Selain layanan G Suite, Google Cloud Platform (GCP) juga menjadi sumber pendapatan Google lainnya yang dikatakan mencapai lebih dari USD 1 juta dengan peningkatan serupa dalam kontrak multitahun. Perusahaan ini dengan angka pendapatan Q4 2018 mengaku telah berhasil menandatangani lebih banyak kontrak bernilai jutaan dolar.

Editor : Fadhil Al Birra

Reporter : Rian Alfianto

Copy Editor :

Pendapatan Induk Google Tembus Rp 1.906 Triliun Selama 2018