Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 Agustus 2025 | 01.22 WIB

6 Jawaban Mengapa AI atau Artificial Intelligence Punya Dampak Negatif untuk Lingkungan Hidup, Simak!

 

Ilustrasi AI

JawaPos.com - Di tengah dunia dengan kemajuan teknologi dan informasi, kamu tentu sudah tidak asing lagi dengan AI atau Artificial Intelligence. Secara singkat berarti kecerdasan buatan, AI merupakan teknologi yang bisa memecahkan masalah serupa dengan manusia.

Penggunaan AI ini pun luas, mulai dari bidang seni, algoritma informasi, dunia kesehatan dna masih banyak lagi. Ada banyak bidang yang terbantu dengan adanya AI, tentunya dengan proporsi yang seimbang antara AI dan manusia.

Adanya AI ini nampaknya membawa manfaat positif bagi kehidupan manusia. Kecepatan dan ketepatan yang baik membuat pekerjaan lebih efisien diselesaikan.

Namun tahukah kamu jika penggunaan AI ini sendiri membawa dampak negatif bagi lingkungan hidup? Kamu mungkin bertanya-tanya bagaimana kecerdasan buatan bisa berdampak pada dunia nyata.

Nyatanya ada beberapa dampak yang ditimbulkan dari AI bagi kelangsungan hidup tumbuhan, bumi, hewan dna bahkan manusia. DIlansir dari Astutis dan Environbuzz, simak beberapa jawaban mengenai mengapa AI membawa dampak negatif bagi lingkungan hidup:

1.Menghabiskan Energi Besar

Jawaban pertama mengapa AI memiliki dampak negatif pada lingkungan hidup adalah AI menghabiskan energi dalam jumlah besar. Di dunia ini, ada banyak perusahaan Ai yang memiliki kantor fisik yang mengkonsumsi energi yang sangat besar.

Mulai dari melatih model AI sampai penggunaannya pada tiap perintah, AI menghabiskan banyak energi. Berbagai riset menunjukkan bahwa satu kali pelatihan AI menghabiskan energi ratusan kali pesawat terbang. Satu pusat data AI juga disinyalir menghabiskan energi sebanyak energi satu negara Jepang.

2. Menggunakan Banyak Air

Jawaban kedua mengapa AI memiliki dampak negatif terhadap lingkungan hidup karena AI menggunakan banyak air dalam prosesnya. Dengan penggunaan energi tinggi panas yang dihasilkan pusat data atau server AI tinggi, dibutuhkan pendinginan yang menghabiskan air dalam jumlah banyak.

Belasan miliar liter air digunakan untuk pendinginan tersebut. Kenyataan ini semakin diperparah karena lokasi pusat data atau server tersebut berada di dekat area yang rawan kekeringan seperti timur tengah atau afrika utara. 

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore