
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria. (istimewa)
JawaPos.com - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria, menegaskan bahwa kehadiran Artificial Intelligence (AI) tidak serta-merta menjadi ancaman karena menggantikan peran wartawan. Menurutnya, persoalan terbesar yang dihadapi jurnalisme saat ini justru terletak pada praktik pengambilan nilai karya jurnalistik tanpa mekanisme imbal balik yang adil.
Ia menjelaskan, konten media kerap diserap oleh platform digital dan sistem AI, kemudian disajikan ulang kepada publik dalam bentuk ringkasan. Kondisi tersebut berdampak langsung pada media yang kehilangan trafik, sumber pendapatan, serta perannya sebagai rujukan utama informasi publik.
“Ancaman terbesar jurnalisme hari ini bukan wartawan digantikan oleh artificial intelligence, tetapi nilai jurnalisme diekstraksi tanpa pengembalian yang adil kepada media,” ujar Nezar Patria di Serang, Banten, dikutip Senin, (9/2).
Nezar menilai, disrupsi yang dibawa AI telah merambah seluruh mata rantai ekosistem media. Dampaknya tidak hanya dirasakan di ruang redaksi, tetapi juga memengaruhi mutu informasi yang dikonsumsi masyarakat.
“Proses jurnalistik yang berbasis verifikasi dan kerja lapangan tergerus oleh konsumsi ringkasan instan,” katanya.
Ia menekankan bahwa ringkasan yang dihasilkan mesin tidak dapat disamakan dengan produk jurnalistik. Jurnalisme menghadirkan konteks, disiplin verifikasi, serta dimensi kemanusiaan dalam setiap peristiwa yang diliput.
“Yang dibaca publik akhirnya bukan karya jurnalistik, melainkan ringkasan mesin. Di situ banyak nuansa dan kemanusiaan yang hilang,” ujarnya.
Lebih lanjut, Nezar menyampaikan bahwa masa depan industri media bergantung pada praktik jurnalisme yang tidak dapat direplikasi oleh mesin. Liputan lapangan, investigasi mendalam, dan kisah-kisah komunitas menjadi nilai pembeda di tengah derasnya arus konten sintetis.
“Jika media hanya bergantung pada platform tanpa kekhasan, kita akan diseragamkan oleh mesin kecerdasan buatan,” tuturnya.
Atas dasar itu, pemerintah menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam menjaga keberlanjutan ekosistem informasi publik. Kebijakan mengenai hak penerbit, transparansi pemanfaatan konten oleh teknologi AI, serta prinsip kompensasi yang adil bagi industri media menjadi bagian dari arah kebijakan digital nasional.
“Langkah ini ditujukan untuk menjaga keberlanjutan jurnalisme berkualitas dan melindungi hak publik atas informasi yang utuh dan dapat dipercaya,” tegas Wamenkomdigi Nezar Patria.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Prediksi Skor Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Europa: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Norwich: Maresca Rotasi Skuad
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
Prediksi Skor Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa: Txuri-urdin Bakal Kesulitan Redam Lawan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022