Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 November 2023 | 17.25 WIB

Di KTT di Inggris, Elon Musk Ingatkan Risiko AI seperti Senjata Biologis hingga Kendali bagi Umat Manusia

Elon Musk dan Georgi Dubyinsk ‘Menteri Digital Ukraina’ saat di KTT.

JawaPos.com – Pemilik X, Elon Musk ingatkan resiko AI bagi umat Manusia pada pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kecerdasan Buatan yang dilaksanakan di Inggris.Pertemuan tersebut dihadiri lebih dari 100 tokoh penting, seperti Sam Altman dari OpenAI, Demis Hassabis dari Google DeepMind, dan wakil presiden Amerika Serikat, Kamala Harris, dan masih banyak lagi.

Owner dari SpaceX dan Tesla itu telah lama berpendapat tentang bahaya yang disebabkan oleh kecerdasan buatan. Dan, pada pertemuan kali ini Elon peringatkan bahwa AI dapat menyebabkan kehancuran peradaban.

“Ini adalah sebuah risiko," ucap Elon Musk, dikutip JawaPos.Com dari SkyNews, Jumat (3/11).

Pernyataan Elon muncul ketika beberapa negara, termasuk AS dan Tiongkok yang mendukung kesepakatan Inggris untuk bekerja sama dalam menangani potensi bahaya yang ditimbulkan dari catastrophic.

Perusahaan AI terkemuka di dunia termasuk 28 negara yang menyetujui Deklarasi Bletchley dari Inggris menekankan perlunya berbagai negara bekerja sama untuk memanfaatkan potensi teknologi sekaligus menjaga keamanan masyarakat.

Kesepakatan tersebut diambil dari nama Bletchley Park saat konferensi tingkat tinggi selama dua hari. Nama tersebut adalah tempat bagi pemecah kode Perang Dunia Kedua di Inggris.

Elon adalah salah satu dari 100 tokoh besar dari dunia politik dan bisnis yang menghadiri pertemuan ini. Pertemuan tersebut juga dihadiri tokoh penting, seperti Sam Altman dari OpenAI, Demis Hassabis dari Google DeepMind, dan wakil presiden Amerika Serikat, Kamala Harris.

Professor Michael Barrett, dari University of Cambridge Judge Business School juga mengatakan bahwa meskipun popularitas Elon Musk berisiko menjadikan hanya sebagai perhatian, namun dia memiliki keahlian yang berguna untuk dibagikan.

Kehadiran Musk menjadikan pertemuan ini mendapatkan dua keuntungan dari perspektif global dan tokoh penting dalam menangani masalah keamanan AI. Setelah pertemuan berakhir, Musk akan bergabung dengan Rishi Sunak untuk melakukan live chat di X (sebelumnya Twitter).

Kedua tokoh tersebut berbicara tentang ancaman mengerikan yang ditimbulkan oleh AI, seperti teroris yang dapat mengembangkan senjata biologis atau teknologi yang dapat menghilangkan kendali umat manusia. Namun, Musk bersuara lantang mengenai regulasi dengan mengatakan kepada Kongres AS bahwa ada konsensus yang sangat besar untuk hal ini pada bulan September.

Di sisi lain, Rishi Sunak telah memperingatkan dengan mengatakan bahwa regulasi yang terlalu ketat akan menghambat inovasi. Elon Musk sedikit mengubah pandangannya menjelang KTT keamanan di Inggris dengan menyatakan penolakannya terhadap perlindungan menyeluruh yang diumumkan oleh Presiden AS Joe Biden pada awal pekan ini.

Prof Barrett mengatakan bahwa dengan menunjukkan rasa kecewa terhadap pengumuman Gedung Putih, Musk berharap dapat mengarahkan pemerintah Inggris dalam hal kebijakannya. Ketika menyampaikan pendapatnya di KTT tersebut, Musk menyatakan bahwa lebih memilih seorang pihak ketiga untuk mengatur pada bagian ini.

"Tidak begitu jelas bagi saya apakah kita dapat mengendalikan hal seperti itu [AI]," ucap Musk kepada PA News.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore