Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 November 2023 | 15.40 WIB

Semata Demi Keuntungan, Waspada Penjahat Siber Manfaatkan Momen Konflik Hamas-Israel

Konflik Hamas-Israel dimanfaatkan oleh para penjahat siber untuk terus mengeruk keuntungan. - Image

Konflik Hamas-Israel dimanfaatkan oleh para penjahat siber untuk terus mengeruk keuntungan.

JawaPos.com - Perusahaan riset dan keamanan siber Kaspersky baru saja mengidentifikasi kampanye penipuan yang mengeksploitasi konflik Israel-Hamas. Para penyerang, penjahat siber dikatakan berusaha memanfaatkan kesediaan masyarakat untuk membantu mereka yang terkena dampak dengan menipu calon korban agar memberikan donasi, yang pada akhirnya berujung pada pencurian uang.

Kaspersky mencatat, hingga saat ini, penjahat siber telah menyebarkan lebih dari 500 email penipuan dan membuat situs web palsu. Kaspersky mengimbau pengguna untuk tetap waspada dan mengambil langkah proaktif untuk memverifikasi penerima donasi mereka.

Diketahui, penipuan amal palsu sering terjadi, sering kali mengeksploitasi bencana atau keadaan darurat yang nyata. Sayangnya, konflik Israel-Hamas juga demikian. Pakar Kaspersky mengamati lonjakan email penipuan yang ditulis dalam bahasa Inggris, yang secara palsu meminta sumbangan bagi mereka yang terkena dampak konflik.

Solusi keamanan perusahaan mendeteksi lebih dari 540 email semacam itu. Penyerang dilaporkan menggunakan teknik rekayasa sosial canggih untuk mengeksploitasi keinginan masyarakat untuk membantu dan mencoba memikat calon korban agar memberikan donasi palsu. 

Kemudian, penyerang menyamar sebagai organisasi amal dan menggunakan bahasa emosional untuk membujuk pengguna agar mengeklik tautan situs web penipuan, dan kemudian mereka akan diminta untuk berkontribusi. Email penipuan ini datang dari berbagai alamat.

“Dalam email ini, penipu mencoba membuat beberapa variasi teks untuk menghindari filter spam. Misalnya, mereka menggunakan berbagai frasa ajakan berdonasi seperti 'kami menyerukan belas kasih dan kebajikan Anda' atau 'kami menyerukan empati dan kemurahan hati Anda,' dan mengganti kata-kata seperti 'bantuan' dengan sinonim seperti 'dukungan', 'bantuan', dll," kata Andrey Kovtun, pakar keamanan di Kaspersky melalui laporannya.

Dengan menggunakan alamat tertentu, para ahli Kaspersky juga mengklaim telah menemukan halaman web palsu lainnya, yang mengklaim mengumpulkan bantuan untuk berbagai kelompok lain di wilayah konflik.

Sayangnya, halaman penipuan seperti ini dapat berkembang dengan cepat, mengubah desainnya, dan menargetkan berbagai kelompok. Untuk menghindari penipuan, ada baiknya untuk memeriksa halaman secara menyeluruh sebelum berdonasi.

Situs palsu sering kali tidak memiliki informasi utama tentang penyelenggara amal, penerima, dokumentasi legitimasi, atau kurang transparan mengenai penggunaan dana. Sebaiknya, periksa situs web dan kredensial badan amal tersebut.

Badan amal yang sah akan didaftarkan, Anda harus memeriksa ulang kredensial organisasi di basis data yang diketahui untuk memastikan keasliannya. Kemudian, jika ingin beramal, perhatikan secara teliti, hntuk berdonasi secara online, ketikkan alamat situs amal akan lebih aman dari pada mengklik link atau mendatangi langsung organisasi amal tersebut.

Jika Anda tidak yakin mengenai organisasi yang telah Anda periksa, rujuk ke organisasi terkenal yang memberikan dukungan kemanusiaan seperti badan bantuan PBB. Hal ini mengingat bahwa individu yang terkena dampak krisis kemungkinan besar tidak akan menghubungi Anda secara langsung untuk meminta donasi, terutama orang asing yang tidak Anda kenal.

Berhati-hatilah terhadap permintaan pengiriman uang. Tetap waspada. Situs web palsu mungkin terlihat hampir mirip dengan situs amal asli, hanya detail tempat mengirim donasi yang menjadi satu-satunya perbedaan. Kesalahan ejaan atau tata bahasa sering kali menunjukkan halaman palsu.

Penting juga untuk berhati-hati dalam bermedia sosial. Media sosial adalah cara yang berguna bagi badan amal untuk berkomunikasi dengan masyarakat dan meminta donasi. Namun jangan berasumsi bahwa permintaan donasi di Facebook, Twitter, Instagram, atau YouTube adalah sah hanya karena ada teman yang menyukai atau membagikannya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore