Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 30 Agustus 2021 | 05.10 WIB

Besok SMA-SMK Sederajat di Surabaya Bisa Masuk Sekolah

PERSIAPAN: Guru SMAN 16 Surabaya Retno Yuniarti (kanan) dan Suhada mengatur jarak kursi di sekolah yang berlokasi di Jalan Prapen itu. (Robertus Risky/Jawa Pos) - Image

PERSIAPAN: Guru SMAN 16 Surabaya Retno Yuniarti (kanan) dan Suhada mengatur jarak kursi di sekolah yang berlokasi di Jalan Prapen itu. (Robertus Risky/Jawa Pos)

JawaPos.com – Kerinduan siswa-siswi SMA, SMK, dan SLB negeri dan swasta di Surabaya untuk datang ke sekolah bisa terobati. Besok (30/8) sekolah jenjang tersebut sudah diberi lampu hijau untuk pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dengan protokol kesehatan (prokes) ketat.

Kebijakan itu sudah ditetapkan Dinas Pendidikan (Dispendik) Jawa Timur pada Jumat (27/8). Pada poin utama dalam nota dinas itu, satuan pendidikan di daerah berstatus level 3, level 2 dan level 1 sudah bisa menjalankan PTM. Pekan ini Surabaya termasuk PPKM level 3.

Kepala Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Surabaya-Sidoarjo Lutfi Isa Anshori mengatakan, meski secara resmi sudah diizinkan untuk PTM terbatas besok, tidak semua sekolah langsung masuk. Sebab, masih ada sekolah yang butuh persiapan matang agar belajar-mengajar di kelas berjalan lancar, aman, dan nyaman.

”Bagi sekolah yang sudah siap melakukan PTM terbatas di tanggal 30, bisa langsung melapor ke cabdin. Akan kami ajukan izinnya ke Gugus Tugas Covid Surabaya. Seperti itu mekanismenya,” jelas Lutfi saat dihubungi Jawa Pos, Sabtu (28/8).

Dia menambahkan, tidak ada lagi asesmen secara khusus dari Dispendik Jatim ke sekolah. Sebab, asesmen sudah pernah dilakukan saat uji coba tatap muka tahun lalu. Sekolah cukup menyiapkan dan memenuhi persyaratan sesuai standard operating procedure (SOP) dari dinas.

”SOP-nya masih tetap sama. Seperti jumlah siswa yang datang maksimal hanya 50 persen, izin orang tua, durasi belajar maksimal hanya empat jam, dan sebagainya. Itu saja yang dipenuhi,’’ paparnya. Orang tua/wali murid masih berhak untuk tidak mengizinkan anaknya PTM dengan alasan kesehatan maupun kekhawatiran tertentu.

Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMAN 5 Mokhamad Imron mengatakan, pihaknya siap melaksanakan PTM terbatas besok. Sarpras untuk prokes di sekolah disiapkan sejak jauh-jauh hari. Misalnya, delapan buah thermo stand untuk tes suhu badan. Juga wastafel di tiga titik masuk dan di depan setiap kelas.

”Untuk tanggal 30 itu (besok, Red) kelas X dulu yang masuk. Namun, belum tahu jumlah pastinya berapa. Menunggu rekap angket dari wali murid yang kami hitung malam ini (kemarin, Red),” ujar Imron.

Dia mencontohkan, bila siswa yang diizinkan masuk oleh orang tua 60–70 persen, pada hari pertama yang masuk separonya atau sekitar 30–35 persen. Tapi, kalau yang diizinkan hanya 30 persen, semua bisa masuk. ”Yang jelas, semua sudah ready. Termasuk tim satgas sekolah,’’ terang dia.

Kepala SMKN 6 Bahrun mengatakan, semua tingkat –mulai kelas X, XI, hingga XII– akan belajar di sekolah besok. Setiap kelas hanya akan diisi maksimal 18 siswa. Dia menuturkan, siswa SMK butuh bertemu guru di sekolah. ”Karena mereka belajar berbasis keterampilan. Harus ada yang dipraktikkan secara langsung dan dinilai benar tidaknya apa yang mereka praktikkan,’’ ungkap Bahrun.

Sementara itu, sejumlah sekolah swasta di Surabaya masih mempersiapkan diri untuk PTM. Kepala SMA Labschool Unesa Surabaya Dewi Purwanti mengatakan, pihaknya masih berkoordinasi dengan Badan Pengelola Sekolah Laboratorium (BPLS) Unesa mengenai PTM. Hingga kemarin sekolah tersebut masih menerapkan sistem daring (dalam jaringan). ”Kalau memang nantinya disetujui dan sudah ada keputusan, baru insya Allah kami akan menerapkan PTM,” katanya kemarin (28/8).

Kepala SMP Kristen Masa Depan Cerah (MDC) Ratna Insani menuturkan, pihaknya akan melakukan simulasi terlebih dahulu sebelum menerapkan PTM. Namun, belum ada rencana kapan simulasi itu dilakukan. Ratna mengaku, dirinya akan mengikuti instruksi Dinas Pendidikan Kota Surabaya dan pihak Yayasan Cahaya Harapan Bangsa yang menaungi sekolah. ’’Belum ada tanggal pasti. Hanya, kami harus menyiapkan diri kalau PTM,” ungkap Ratna. 

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore