
TES DULU: Penyintas Covid-19 menjalani pengambilan sampel darah untuk skrining plasma konvalesen di RSLI pada Sabtu (19/6). Ketersediaan plasma konvalesen tidak sebanding dengan semakin naiknya jumlah pasien positif Covid-19 yang membutuhkan terapi plasma
JawaPos.com − Jumlah permintaan yang terus tinggi membuat stok plasma konvalesen di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Surabaya kosong. Terpantau sejak Minggu (22/11), stok plasma habis. Kini 59 pasein Covid-19 yang dirawat di Jatim harus antre menunggu bantuan plasma.
Kabag Pelayanan dan Humas UTD PMI Kota Surabaya Martono Adi menjabarkan, kosongnya stok selama sepekan tersebut bukan karena tidak ada pendonor plasma. Hampir setiap hari ada pendonor yang datang untuk menyumbangkan plasma konvalesen. ”Tapi, jumlahnya tidak sebanding dengan permintaan,” terangnya kemarin (26/11).
Pada Kamis (26/11), ada tujuh pendonor plasma konvalesen yang datang ke kantor UTD PMI. Namun, plasma yang disumbangkan itu tidak sempat distok lantaran langsung dikirim ke pemohon dari Surabaya dan berbagai daerah.
Kondisi tersebut membuat antrean permintaan terus bertambah. Dibutuhkan waktu sekitar tiga hari agar permintaan donor plasma bisa terlayani. Waktu tunggu itu tentu membuat penanganan perawatan pasien Covid-19 terganggu. Terutama mereka yang butuh plasma konvalesen.
UTD PMI Kota Surabaya sudah berupaya mengajak penyintas Covid-19 untuk mau donor plasma. Bahkan, sudah ada layanan jemput bola untuk cek kadar antibodi agar mempermudah calon pendonor. Pihaknya juga telah bekerja sama dengan instansi dan perusahaan untuk donor. Namun, berbagai upaya tersebut memang tidak mudah.
Untuk instansi, baru Pelindo III yang bersedia menyumbangkan plasma konvalesen karyawan penyintas Covid ke UTD PMI Kota Surabaya. Ada 38 karyawan yang dicek antibodinya. Hasilnya, hanya sembilan karyawan yang layak ikut donor plasma. ”Yang lain tidak bisa ikut donor karena setelah dicek, antibodi dalam tubuh kurang,” jelasnya.
Martono menjelaskan, memasuki akhir November, jumlah antrean permintaan donor plasma semakin tinggi. Kondisi itu bisa jadi disebabkan meningkatnya jumlah pasien yang membutuhkan.
Ditanya soal efektivitas plasma untuk penyembuhan pasien Covid-19, Martono mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa memberikan keterangan. Yang jelas, dia hanya menerima permintaan rumah sakit soal kebutuhan plasma konvalesen. ”Artinya memang digunakan,” terangnya.
Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya Musofa Rusli mengatakan, saat ini kondisi ICU khusus Covid-19 cenderung penuh. ”Tapi, bed rumah sakit tidak penuh,” jelasnya. Kondisi penuhnya ICU Covid-19 itu terjadi hampir di seluruh Jatim.

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Menlu Iran Ungkap Dugaan Kebocoran Intelijen di Jantung Kekuasaan, Serangan yang Tewaskan Khamenei Dinilai Sudah Diketahui Musuh
Hotman Paris Sampaikan Permintaan Maaf usai Diduga Hina Wartawan "Lu punya otak enggak sih?"
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Polisi Periksa Saksi dan CCTV, Ungkap Dugaan Penculikan Atlet Golf Putri Indonesia Jesslyn Wijaya
