Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 28 September 2020 | 18.48 WIB

Angka Kematian Pasien Covid-19 di Jatim Baru Turun 0,1 Persen

KELILING DAERAH: Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Minggu (27/9) berkeliling ke sejumlah titik di Lumajang. Di sana, selain menyosialisasikan standar protokol kesehatan, dia membagikan masker kepada warga. (Jawa Pos Radar Semeru) - Image

KELILING DAERAH: Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Minggu (27/9) berkeliling ke sejumlah titik di Lumajang. Di sana, selain menyosialisasikan standar protokol kesehatan, dia membagikan masker kepada warga. (Jawa Pos Radar Semeru)

JawaPos.com - Masih tingginya kematian pasien yang terpapar virus korona di Jatim membuat pemerintah pusat turun tangan. Mulai pekan lalu, tim dari Kementerian Maritim dan Investasi (Marves) ikut turun membantu satgas Covid-19 untuk menangani problem tersebut.

Dari hasil evaluasi awal, sejauh ini hasilnya memang belum terlihat. Sebab, penurunan tingkat kematian pasien Covid-19 belum signifikan. Namun, ada sejumlah temuan penting untuk mengatasi persoalan itu.

Berdasar data terakhir, jumlah pasien terpapar virus korona yang meninggal di Jatim sudah mencapai 3.062 orang. Menjadi yang tertinggi di antara provinsi-provinsi lain.

Namun, selama sepekan, tren angka kematian sudah menunjukkan penurunan. Dari sebelumnya 7,3 persen menjadi 7,2 persen. ”Turun, tapi belum signifikan,” kata dr Makhyan Jibril, anggota tim pakar Satgas Covid-19 Jatim.

Namun, dari hasil telaah dan evaluasi yang sudah dilakukan, ada sejumlah temuan penting untuk menekan angka kematian. Salah satunya adalah indikasi-indikasi kematian pasien.

Sebelumnya, yang menjadi fokus satgas adalah penyakit penyerta para pasien yang meninggal. ”Selanjutnya, tim dokter memantau lebih detail. Lalu, muncul indikasi-indikasi tersebut,” ucapnya.

Berdasar hasil telaah, ditemukan bahwa para pasien yang meninggal mayoritas mengalami tiga indikasi. Yakni, gagal napas, gagal jantung, serta gagal napas disertai gagal jantung.

Data sementara yang terkumpul, kematian akibat gagal napas mencapai 48 persen. Lalu, gagal napas disertai gagal jantung 45 persen, sisanya gagal jantung dan beberapa penyebab lainnya. ”Pemantauan itu untuk mendetailkan pemicu utama pasien meninggal,” katanya.

Dokter Jibril menyatakan, upaya preventif terus dilaksanakan. Di antaranya, melalui penambahan ventilator di seluruh rumah sakit (RS) rujukan pasien Covid-19 di Jatim. Perangkat itu dianggap mampu membantu pasien yang susah bernapas. ”Kegiatan ini terus diintensifkan,” ujar dia.

Di bagian lain, Satgas Covid-19 Jatim maupun kabupaten/kota terus melanjutkan kampanye penggunaan masker dan ketertiban protokol kesehatan. Sebagaimana yang digelar Gubernur Khofifah Indar Parawansa di Lumajang kemarin.


Bersama jajaran forkopimda setempat, orang nomor satu di Jatim itu menggelar kegiatan sepeda bareng serta berkeliling ke pusat-pusat keramaian. Di antaranya, Pasar Klojen dan Pasar Baru Lumajang.

Selain membagi-bagikan masker kepada warga, Khofifah menyosialisasikan penggunaan masker aman. Termasuk pro-kontra soal masker scuba yang dianggap tak efektif.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=q6usnjR_m1k&t

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore