
MOBILITAS BERKURANG: Seorang calon penumpang menunggu bus di Terminal Purabaya, Senin (27/4). (Dipta Wahyu/Jawa Pos)
JawaPos.com − Terminal Purabaya tetap beroperasi saat pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hari ini. Namun, pelayanan angkutan akan dibatasi. Hanya angkutan lokal jurusan Surabaya−Sidoarjo−Gresik yang boleh beroperasi. Sementara itu, angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP) asal dan tujuan wilayah PSBB diberhentikan untuk sementara waktu.
Kabid Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya mengatakan, sesuai dengan ketentuan PSBB, bus jurusan antarkota antarprovinsi tidak boleh beroperasi. Ketentuan itu sesuai dengan aturan pemerintah pusat mengenai angkutan umum di area PSBB.
”Untuk Terminal Purabaya, sebagian besar angkutan akan berhenti beroperasi mulai besok (hari ini, Red),” ucapnya. Itu disebabkan sebagian besar bus di Purabaya memang melayani angkutan antarkota, antarprovinsi, bahkan antarpulau.
Angkutan di wilayah aglomerasi masih diperbolehkan. Artinya, angkutan yang jurusannya hanya berkutat di tiga wilayah PSBB yang diterapkan di Jatim. Yakni, Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik. Mereka tetap boleh melayani penumpang. Di luar area itu tidak diperbolehkan.
Sementara itu, Dishub Jatim kemarin juga mengeluarkan SE 55.21/2988/113.4/2020 tentang larangan operasional angkutan umum AKDP trayek asal dan tujuan wilayah PSBB di Jatim. Dalam surat yang disahkan 27 April itu disebutkan, seluruh angkutan AKDP di area PSBB dihentikan sementara. Tertanggal 28 April−11 Mei.
Larangan berhenti opersional tersebut sebenarnya sudah disikapi beberapa perusahaan otobus (PO) sebelum SE itu terbit. Catatan Organda Jatim menyebutkan, sudah ada lima PO yang mengandangkan seluruh armadanya. Terbaru, PO Sumber Group tidak mengoperasikan armadanya mulai hari ini.
Pantauan di Terminal Purabaya menunjukkan, mobilitas penumpang menurun. Banyak bus yang menunggu lama di terminal keberangkatan untuk mengangkut penumpang. Sementara itu, penumpang yang ditunggu tidak kunjung datang.
Di terminal kedatangan, mati surinya Terminal Purabaya semakin terlihat. Lokasi yang biasanya ramai oleh penumpang luar kota itu kemarin siang melompong. Tidak ada bus yang berjejer menurunkan penumpang. Kosong.
Kepala Agen Bus Patas Antarkota Antarprovinsi (AKAP) Susetyo Eko membenarkan sepinya penumpang itu. Hingga kemarin, armada yang digas turun ke jalan mencapai lima unit. Padahal, pada waktu normal, biasanya bus yang beroperasi setiap hari mencapai 20 armada.
”Turun jauh, Mas,” ucapnya sambil duduk termenung di bawah pohon di area terminal. Penurunan tersebut terjadi sejak Maret. Penumpang semakin anjlok sejak masuk April. Akibat penurunan itu, sopir dan kru bus harus digilir agar semua bisa dapat jatah untuk narik dan mendapat pemasukan.
Eko mengatakan, dirinya belum mengetahui sikap PO apakah tetap beroperasi saat PSBB diterapkan hari ini. ”Kami menunggu hasil rapat nanti sore (kemarin, Red),” ucapnya. Yang jelas, dia berharap pemerintah membuat aturan tegas.
Aturan tegas itu penting agar armada tidak bingung saat beroperasi. Dia mencontohkan, meski beberapa hari belakangan Terminal Purabaya masih beroperasi penuh, bukan jaminan bus bisa melintas tanpa halangan sampai tujuan.
”Info dari sopir kami, di beberapa daerah ada operasi pengecekan. Ada juga yang langsung meminta kami untuk balik arah,” jelasnya. Di Babatsari dan Purbalingga, kami diminta balik arah karena pihak kabupaten menolak bus jurusan Surabaya melintas.
Di Maspati, sebelumnya bus juga dicegat. Namun setelah sopir berdialog, akhirnya oleh petugas tetap diperbolehkan melanjutkan perjalanan. Aturan tumpeng-tindih itu jelas merugikan penumpang. Sementara itu, penumpang menyalahkan kru karena tidak bisa mengantar sampai tujuan.
Wakil DPD Organda Jatim Firmansyah Hanafi saat ditanya soal surat dishub provinsi hanya menjawab singkat. Mereka kini patuh pada aturan berlaku. ”Mau bilang apa lagi? Patuhi saja,” ucapnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=cuAGHZGzmlE
https://www.youtube.com/watch?v=zuXbEWEFZek
https://www.youtube.com/watch?v=R-g-cgT_rDc&t=
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
