Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Agustus 2020 | 20.48 WIB

Persebaran Covid-19 di Jatim: Zona Kuning Naik, Zona Merah Tetap

ANTISIPASI: Tim penyemprotan disinfektan menyisir sejumlah ruangan pesantren di Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi. (Jawa Pos Radar Genteng) - Image

ANTISIPASI: Tim penyemprotan disinfektan menyisir sejumlah ruangan pesantren di Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi. (Jawa Pos Radar Genteng)

JawaPos.com – Situasi persebaran coronavirus disease (Covid) 19 di Jatim masih sangat fluktuatif. Hal itu terlihat dari status zona risiko penularan virus antardaerah yang masih naik turun.

Sejumlah daerah yang awalnya dinyatakan relatif aman kini mulai rawan. Demikian pula sebaliknya. Yang sedikit melegakan, jumlah kabupaten/kota yang masuk kategori zona kuning alias daerah risiko rendah kian bertambah.

Pada pekan pertama Agustus, tercatat lima daerah yang masuk kategori kuning. Jumlah itu bertambah lagi di pekan kedua, naik jadi delapan. Data terbaru, kini sudah ada 13 kabupaten/kota yang berstatus zona kuning,

Sementara itu, daerah yang berstatus zona merah masih sama. Ada dua daerah. Yakni, Tuban (naik status dari sebelumnya zona oranye) serta Sidoarjo. Sementara itu, Surabaya yang pekan lalu berwarna merah kini turun status jadi zona oranye.

Ketua Satgas Covid-19 Jatim Rumpun Kuratif dr Joni Wahyuhadi mengungkapkan, perubahan status risiko penularan di tiap daerah menandakan bahwa persebaran virus korona masih patut diwaspadai. ”Artinya, penyebaran virus bisa saja turun, bisa juga naik,’’ katanya.

Menurut Joni, zona persebaran virus korona bisa makin baik jika kesadaran masyarakat untuk mencegah persebaran virus juga membaik. ”Karena itu, idealnya, masyarakat melihat peta zona tersebut dari sisi lain. Yakni, menumbuhkan semangat untuk bersama-sama mencegah penyebaran virus,’’ ucap dia.

Di sisi lain, pergerakan status zona persebaran Covid-19 di tiap daerah memang tengah jadi atensi pemprov. Itu tak lepas dari kebijakan uji coba pembelajaran tatap muka yang tengah berlangsung. Yakni, uji coba ini digelar di daerah yang berstatus zona oranye dan kuning.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pemprov menggunakan sistem uji coba bertahap, bertingkat, dan berlanjut. Saat ini uji coba pembelajaran tatap muka masuk kategori bertahap. ”Selesai uji coba, akan dilakukan evaluasi,’’ katanya.

Hasil evaluasi menentukan apakah uji coba ditingkatkan atau tidak. Apabila ditingkatkan, hasilnya akan dievaluasi untuk menentukan apakah dilanjutkan atau tidak. ”Harapannya, uji coba tidak memengaruhi perubahan zona risiko. Dengan begitu, pembelajaran tatap muka bisa ditingkatkan,” katanya.

Pantau Mutasi Virus di Klaster Baru


Satgas Covid-19 Jatim dan kabupaten/kota tengah disibukkan dengan penanganan sejumlah kasus baru yang berpotensi jadi klaster anyar. Selain berusaha menyembuhkan pasien dan memutus rantai penularan, ada PR baru lainnya.

Apa itu? Saat ini satgas tengah menelaah bentuk virus yang menjangkiti para pasien di Jatim. Dikhawatirkan, bentuknya berbeda dengan virus yang menyebar di awal masa pandemi Covid-19. ”Perubahan bentuk virus akan memengaruhi dampak dan gejala pada tubuh manusia,” ucap tim pakar Satgas Covid-19 Jatim dr Makhyan Jibril.

Di awal pandemi, jelas Jibril, virus lebih banyak menyerang organ pernapasan. Namun, kini virus bermutasi. Masuk ke asam amino yang membuatnya mudah menyebar ke seluruh sel tubuh manusia.

Karena itu, kata Jibril, satgas tengah mewaspadai kemungkinan penularan virus yang berubah dari waktu ke waktu. Yang menjadi salah satu fokus pemantauan adalah kasus-kasus yang jadi potensi klaster baru. Contohnya di salah satu pesantren di Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi. ”Karena itu, penghuni pesantren belum diperbolehkan keluar. Warga pesantren juga belum boleh menerima kunjungan dari luar,” katanya.

Langkah serupa dilakukan di daerah-daerah yang ditemukan kasus baru penularan virus korona dalam jumlah besar.

PETA ZONA RISIKO PERSEBARAN COVID-19 DI JATIM

Zona Merah: Sidoarjo, Tuban

Zona Oranye: Gresik, Bondowoso, Malang, Kota Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Nganjuk, Jombang, Blitar, Jember, Kota Madiun, Kota Surabaya, Kota Probolinggo, Kota Malang, Banyuwangi, Pasuruan, Kabupaten Kediri, Kabupaten Mojokerto, Bojonegoro, Trenggalek, Magetan, Bangkalan, Kota Blitar, Kota Mojokerto, dan Kota Batu.

Zona Kuning: Ngawi, Pacitan, Kota Kediri, Kabupaten Madiun, Pamekasan, Tulungagung, Lamongan, Sumenep, Sampang, Ponorogo, Lumajang, Situbondo

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=pc0v2HJBuDs

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore