
ANTISIPASI LONJAKAN: Ruang isolasi pasien Covid-19 di Stadion Olahraga (SOR) Tri Dharma PT Petrokimia Gresik ini sudah lama dipersiapkan. (Galih Wicaksono/Jawa Pos)
JawaPos.com – Bukan hanya kasus positif harian yang terus bertambah banyak. Jumlah pasien meninggal dunia dengan status terkonfirmasi positif Covid-19 di Gresik belakangan juga terus merangkak naik. Data Satgas Jatim per Jumat (25/6), jumlahnya 362 orang. Tingkat kematian (fatality rate) itu mencapai 6,16 persen.
Padahal, standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) hanya 2,2 persen. Artinya, tingkat kematian di Gresik tersebut saat ini cukup jauh melebihi standar WHO. Data kasus meninggal itu belum yang termasuk probable. Yakni, pasien yang bergejala, tapi belum ada hasil pemeriksaan yang memastikan positif Covid-19. Kematian probable sebanyak 181 orang.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Gresik drg Saifudin Ghozali ketika dikonfirmasi tidak menampik data tersebut. Namun, jumlah peningkatan angka kematian juga berjalan seiring dengan tren kesembuhan. Tingkat kesembuhan di Gresik sekitar 91,07 persen. Artinya, dari total jumlah yang terkonfirmasi positif Covid-19, sebanyak 91,07 persen sembuh.
Data dari Satgas Jatim per Jumat (25/6), total kasus terkonfirmasi positif di Kabupaten Gresik sejak pandemi terjadi mencapai 5.881 orang atau bertambah 17 orang dibandingkan sehari sebelumnya. Jumlah sembuh 5.356 orang atau bertambah enam orang. Sedangkan pasien yang menjalani perawatan atau isolasi sebanyak 163 orang atau naik 10 orang dibandingkan Kamis lalu (24/6).
Ghozali menegaskan, melihat tren kenaikan yang terjadi hampir di semua daerah itu, pihaknya terus meminta masyarakat disiplin protokol kesehatan. Semua pihak juga mesti mematuhi surat edaran yang sudah disampaikan bupati. ’’Mari terus bergerak bersama, bersinergi, untuk dapat menekan persebaran Covid-19 ini. Jangan sampai abai pada protokol kesehatan,’’ ungkapnya.
Dia menambahkan, upaya percepatan vaksinasi sejauh ini juga terus dilakukan. Berdasar data per Kamis (24/6), jumlah warga yang sudah menjalani dua kali suntikan vaksin mencapai 184.826 orang. Yang masih divaksin satu kali 28.221 orang. Totalnya 213.047 orang. Jumlah cakupan itu meliputi tenaga kesehatan, pelayan publik, lansia, dan pralansia. ’’Selama stok vaksin tersedia, tentu kita terus mempercepat vaksinasi,’’ tegasnya.
Meski demikian, lanjut dia, pihaknya tetap mengingatkan bahwa mereka yang sudah divaksin pun mesti tetap disiplin protokol kesehatan. ’’Jangan karena divaksin, terus euforia dengan tidak bermasker dan mematuhi protokol kesehatan lain,’’ ujar Ghozali.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Mengulik Penyebab Rans Carnival Diboikot, Deklarasi Mahasewa hingga Share Revenue UMKM 20 Persen
5 Cara Menemukan Jodoh Bagi Orang Introvert Yang Tidak Suka Bersosialisasi
Profil AKBP Netty Rosdiana, Istri Jenderal Polisi yang Pernah Sindir Seskab Teddy 'Lupa Daratan'
Matheus Lagoa Segera Bela Persebaya Surabaya, Cedera Betis Pulih, 30 Gol Jadi Modal
Prediksi Skor Garudayaksa vs PSS Sleman: Sama-Sama Terluka, Duel Pakansari Rawan Berakhir Imbang
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Prediksi Skor Garudayaksa FC vs PSS Sleman: Kejutan atau Deja vu Final Championship Musim Lalu
Sains Ungkap 7 Keunggulan Orang Tua Introvert yang Sering Dikira Pendiam
Prediksi Skor Lecce vs Genoa: Giallorossi Bidik Tiga Poin, Tren Kemenangan Tamu Terancam
5 Pekerjaan Terbaik untuk Introvert, Pilihan Karir yang Sesuai dengan Kelebihan Diri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022