
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Balai Kota Surabaya. Rafika Yahya/JawaPos.com
JawaPos.com–Tunjangan bagi kader kesehatan di Kota Surabaya kabarnya belum diterima. Padahal, seharusnya tunjangan diterima kader sejak Januari.
Kabar itu disampaikan anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya Imam Syafi'i. Politikus Partai Nasdem itu mengaku mendapat curhat dari kader kesehatan selama masa reses pada minggu lalu.
”Pada reses seminggu lalu ada keluhan insentif yang belum cair. Modin dan kader kesehatan,” kata Imam Syafi'i ketika ditemui pada Selasa (23/2).
Padahal, APBD telah diketok pada 10 November 2021. APBD itu mengatur kenaikan nominal tunjangan atau insentif bagi seluruh kader.
”APBD dalam (rapat) paripurna itu sudah diketok jadi Rp 400.000 untuk kader kesehatan. Sebelumnya kan Rp 30.000 terus kalau dipotong pajak jadi Rp 28.000,” papar Imam Syafi'i.
Imam mempertanyakan tujuan Pemkot Surabaya. Bila berniat untuk meningkatkan tunjangan atau insentif, seharusnya tidak terlambat.
Sebab bila APBD telah disahkan pada November, seharusnya aturan sudah berlaku pada Januari 2022.
”Kesannya pemkot ini ikhlas naikin (insentif) nggak? Harusnya nggak boleh gitu. Saat kita ketok (sahkan) APBD, dipaksa selesai 10 November. Tujuannya awal 2022 sudah running. Ternyata belum dapat,” ujar Imam Syafi'i.
Padahal, lanjut dia, kader kesehatan mendapat banyak tugas tambahan dari Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Di antaranya adalah memotret kerusakan jalan di wilayahnya dan diunggah ke aplikasi WargaKu untuk diselesaikan dinas terkait.
”Beban banyak tapi kenapa malah nggak gajian dengan skema insentif yang baru itu. Menurut saya harusnya diberi beban kerja lebih dan gaji harus turun (diberikan). Saya prihatin kalau kader antipati ke wali kota,” papar Imam Syafi'i.
Ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan Nanik Sukristina berjanji akan memberikan tunjangan kader kesehatan secepatnya. Dia berharap tunjangan segera turun minggu ini.
”Kita lagi berupaya dan berusaha segera realisasikan. Kendalanya, saat ini kami masih verifikasi berkas. Besarannya sama Rp 400 ribu,” terang Nanik.
Kader kesehatan itu, lanjut dia, akan berubah nama menjadi Kader Surabaya Hebat. Pihaknya bekerja sama dengan dinas terkait. Mengingat, Kader Surabaya Hebat terdiri atas kader lingkungan dan kesehatan. ”Total ada 27–28 ribu kader yang aktif. Kita verifikasi lagi yang aktif. Doakan minggu ini (tunjangan) tersalurkan,” ujar Nanik.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022