alexametrics

Beli Sarung Rp 22 M Pakai Bilyet Giro Kosong, Bapak-Anak Jalani Sidang

9 April 2021, 14:22:02 WIB

JawaPos.com – Beny Prayogi, direktur PT Nugraha Sentosa Kencana (NSK), bersama ayahnya, Suwandi Wibowo, didakwa menipu PT Sukorejo Indah Textile (SIT). Jaksa penuntut umum Yusuf Akbar Amin dalam dakwaannya menyatakan, terdakwa awalnya memesan 24.237,83 kodi sarung Wadimor senilai Rp 22,1 miliar pada akhir 2019. Rencananya untuk dikirim pada Maret hingga Juni 2020.

Terdakwa memberikan lima bilyet giro (BG) untuk jaminan nota pemesanan tersebut. PT SIT memproses pemesanan. Sarung sudah dikirim sesuai permintaan. Perusahaan itu lantas mencairkan BG yang diberikan terdakwa.

”Tetapi, pada saat dilakukan pencairan sesuai dengan tanggal jatuh tempo, pihak bank memberitahukan kepada PT Sukorejo Indah Textile bahwa BG tersebut tidak dapat dicairkan karena saldo tidak cukup,” kata jaksa Yusuf dalam dakwaannya di Pengadilan Negeri Surabaya.

Bos PT SIT Mohammad Jamil menghubungi terdakwa mengenai permasalahan tersebut. Dia minta pertanggungjawaban BG yang tidak bisa dicairkan. Terdakwa berjanji mengganti BG yang tidak bisa cair dengan BG bank lain.

Dua lembar BG yang tidak bisa cair masing-masing senilai Rp 5 miliar dan Rp 5,4 miliar diganti dengan tiga BG bank lain. Masing-masing dua BG senilai Rp 3,5 miliar dan satu lagi Rp 3,4 miliar.

Sementara itu, tiga BG lain yang juga tidak bisa dicairkan senilai total Rp 13 miliar diganti dengan tujuh lembar BG bank lain. Masing-masing Rp 1 miliar, Rp 330 juta, Rp 450 juta, Rp 3,59 miliar, Rp 2,85 miliar, Rp 3 miliar, dan Rp 718,1 juta. Jamil lantas mengkliring 10 lembar BG pengganti tersebut.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : gas/c13/eko

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads